Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Masyarakat Desa Bangka Kota Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bangka Selatan, Begini Intinya

Mewakili masyarakat Desa Bangka Kota, Jumaah,  Jumat  (12/3/2021) menyampaikan sejumlah aspirasi yang diinginkan oleh  seluruh masyarakat pasca adanya

bangkapos.com
Perwakilan masyarakat Desa Bangka Kota, Jumaah saat menyampaikan aspirasi masyarakat di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Mewakili masyarakat Desa Bangka Kota, Jumaah,  Jumat  (12/3/2021) menyampaikan sejumlah aspirasi yang diinginkan oleh  seluruh masyarakat pasca adanya keinginan Kepala Desa Bangka Kota, Kurniawan untuk memisahkan diri dari Kabupaten Bangka Selatan.

Dalam Rapat Gabungan Komisi yang digelar di DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Jumaah menyatakan, sedikitnya ada lima aspirasi yang diinginkan oleh masyarakat Desa Bangka Kota.

Aspirasi ini ia sampaikan di hadapan Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan dan para anggota dewan, Pj Sekda, Kepala OPD terkait se-Kabupaten Bangka Selatan serta Camat Simpang Rimba, Eka Suwari.

Adapun aspirasi yang disampaikan oleh Jumaah yakni sebagai berikut:

1. Desa Bangka Kota tidak akan bergabung ke Kabupaten Bangka Tengah dan tetap berada di Kabupaten Bangka Selatan.

2. Masyarakat mengaku resah dengan sikap Kepala Desa Bangka Kota, Kurniawan. Selain resah masyarakat juga tidak ingin kepala desa menjadi arogan.

3. Setiap ada kasus selalu dikaitkan dengan hukum kendatipun permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

4. Kepala Desa Bangka Kota saat ini susah untuk diajak berkomunikasi mengenai permasalahan di desa.

5. Meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Selatan untuk melakukan audit segala kegiatan di Pemerintahan Desa Bangka Kota.

Jumaah menambahkan, aspirasi ini disampaikan oleh masyarakat karena kepala desa yang dirasa kurang berkomunikasi dengan baik dengan masyarakat dan kerap kali meresahkan masyarakat.

"Sejak menjadi Kades, ada beberapa masyarakat yang terkena hukum padahal masalahnya adalah masalah kecil dan   masalah itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan ini sangat membuat resah," ujarnya.

Tak hanya itu, permasalahan komunikasi dengan kepala desa juga dianggap sulit karena kepala desa yang tidak tinggal di Desa Bangka Kota, melainkan tinggal di Kota Pangkalpinang.

"Susah untuk diajak berkoordinasi masalah desa, ditelepon tidak pernah diangkat. Apalagi kades tinggal di Pangkalpinang sehingga sulit berkoordinasi," katanya.

Jumaah berharap dengan adanya penyampaian aspirasi masyarakat ini dapat memberikan solusi terbaik atas apa yang terjadi di Desa Bangka Kota sehingga masyarakat dapat kembali hidup nyaman. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved