Breaking News:

Sistem Resi Gudang Jamin Kesejahteraan Petani Sekaligus Ketersediaan Pangan

Selain menjamin kesejahteraan petani, Resi Gudang juga akan menjamin ketersediaan pangan

Editor: ibnu Taufik juwariyanto
ISTIMEWA PT KBI
GUDANG KOPI - Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), tengah meninjau salah satu gudang Kopi di Aceh. Kopi merupakan salah satu komoditas yang masuk dalam Sistem Resi Gudang. 

BANGKAPOS.COM , JAKARTA - Kesejahteraan petani tak mungkin terwujud tanpa adanya sistem Resi Gudang. Selain menjamin kesejahteraan petani, Resi Gudang juga akan menjamin ketersediaan pangan.

Itulah yang disampaikan oleh Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Lukman Hakim. “Sistem Resi Gudang apabila dimanfaatkan oleh para petani, akan mampu menjadi pendorong bagi ekonomi masyarakat,” kata Lukman Hakim.

Lukman menambahkan, di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, Resi Gudang sudah beroperasi lebih dari 100 tahun.

“Problem di Indonesia, para petani Indonesia cenderung skala produksi kecil dan tidak mau repot, maka mereka lebih memilih menjual ke pengijon atau pedagang besar yang langsung mendatanginya,” imbuh Lukman Hakim.

Problem ini menurut Lukman Hakim harus diselesaikan dengan langkah strategis, yaitu terus mensosialisasikan Resi Gudang ini oleh semua pemangku kepentingan. “Langkah yang bisa dilakukan adalah sosialisai dengan mengangkat kisah sukses pemanfaatan Resi Gudang,” imbuhnya.

Menurut Lukman, mengangkat praktek-praktek Resi Gudang terbaik di beberapa tempat bermanfaat agar konsep ini bisa diduplikasi oleh petani atau Gapoktan di daerah lain. Selain itu, kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, yang utama mengajak pemerintah kabupaten menjadi sebuah keniscayaan.

“Pemerintah memang bisa langsung mempersuasi dan mengeksekusi dalam bentuk program kerja”, tambah Lukman Hakim.

Terkait Pemanfaatan Resi Gudang di Indonesia, data dari PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI yang berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang menyebutkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010 – 2020), telah tercatat sebanyak 3.831 Resi Gudang, dengan volume 121,1 Ton senilai Rp 956,9 Miliar.

Adapun dari sisi pembiayaan, sepanjang periode tersebut tercatat pembiayaan sebesar Rp. 520,2 Miliar.

Khusus di tahun 2020, Resi Gudang yang telah diregistrasi di Pusat Registrasi Resi Gudang tercatat sebanyak427 Resi Gudang, dengan total volume 9,5 Ton senilai Rp. 200,7 Miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved