Breaking News:

Bruder Angelo Diduga Cabuli Sejumlah Anak di Panti Asuhan, Hasil Visum Korban Terungkap

Pada saat hasil visum kita ambil ternyata ada ada di luar dugaan ada hasil visum yang menjelaskan kalau bahwa anus korban terdapat luka.

Editor: khamelia
Bangkapos.com
Ilustrasi pencabulan 

BANGKAPOS.COM -- Polres Depok menyampaikan hasil visum salah satu korban dugaan kasus pencabulan yang diduga dilakukan Lukas Lucky Ngalngola atau dikenal 'Bruder Angelo'.

Hasil visum menunjukkan korban pencabulan memiliki luka di anus.

"Pada saat hasil visum kita ambil ternyata ada ada di luar dugaan ada hasil visum yang menjelaskan kalau bahwa anus korban terdapat luka. Dari hasil visum menyatakan ada luka di anus korban," kata Ipda Tulus selaku PPA Polrestro Depok dalam diskusi daring, Minggu (14/3/2021).

Polri, kata Tulus, masih mendalami luka yang terdapat di anus korban. Sebab, penyidik pernah mengkonfrontir hasil visum tersebut kepada korban secara langsung.

"Luka tersebut kita lakukan pemeriksaan terhadap korban namun korban tidak dapat menjelaskan kalau itu luka karena apa. Kita pernah melakukan pemeriksaan terhadap korban di RS Handayani didampingi pengasuh tapi korban tetap tidak dapat bisa menjelaskan apa yang dialami terhadap anus," jelas dia.

Namun, korban tidak menjawab secara tegas dan kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah. Mulai dari bekas luka gatal hingga mengaku lupa terkait luka tersebut.

Baca juga: Sehari Dirilis Lagu Sapu Jagat Nissa Sabyan dan Ayus Banjir Dislike, Adik Tulis Dimana Hati Nurani

"Dia (korban) sempat bilang luka gatal tapi berubah lagi dan tiba-tiba dia lupa dan tidak tahu. Jadi saya tempo hari sudah berkoordinasi untuk memohon bantuan pendampingan psikologi khusus terhadap si korban terkait untuk menggali keterangan apa sih yang sebenarnya terjadi terhadap korban selain yang pencabulan itu," jelas dia.

Lebih lanjut, dia menduga luka di anus korban bekas tindak kekerasan. Untuk itu, keterbukaan informasi dari korban diperlukan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Karena luka yang di dubur korban itu pasti ada kekerasan lagi. Entah korban ini tidak mau bilang karena siapa itu kami masih dalami. Kami membutuhkan psikologi khusus agar korban bisa lebih terbuka untuk mendalami kasus tersebut," tandas dia.

Dikutip Kompas.com, kasus dugaan pencabulan anak oleh LLN dilaporkan pada 13 September 2019 ke Polres Metro Depok.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved