Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Positif Covid-19 di Bangka Belitung Tembus 8.059, Gubernur Babel Minta Percepatan Vaksinasi

Kasus positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung pada Minggu, (14/3/2021) telah mencapai 8.059 kasus.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Aswati (81) penerima vaksin di masjid Jamik kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung pada Minggu, (14/3/2021) telah mencapai 8.059 kasus.

Data tersebut disampaikan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, jumlah kasus positif hari ini bertambah 86 dengan total 8.059 kasus, sembuh dari positif Covid-19 33 orang, total 7.318 kasus dan meninggal dunia 0 total 124 kasus.

Sekretaris Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, kasus positif Covid-19 masih akan terus bertambah, belum adanya tanda-tanda bahwa penyebaran virus ini akan berakhir.

"Hari ini kasus telah mencapai 8.059 kasus, telah setahun kasus Covid-19 berada di Indonesia dan juga Provinsi Bangka Belitung, untuk itu mari kita terus menjadi kondisi badan dengan tetap hidup sehat dan mematuhi protokol kesehatan yang terus kita biasakan," jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Minggu (14/3/2021).

Selain itu, Mikron juga memastikan saat ini, Provinsi Babel belum ditemukan kasus mutasi virus corona, yakni N439K berdasarkan data dari Satgas Babel.

"Belum masuk, belum kita temukan, tentunya kita harapkan tidak jangan sampai masuk ke Bangka Belitung lah, terkait mutasi virus corona N439K ini," katanya.

Dia mengatakan, untuk melakukan antisipasi masuknya mutasi virus corona ke Babel, Satgas Babel telah melakukan pengetatan screening di bandara dan pelabuhan.

"Ini harus diantisipasi berupaya pengetatan pengawasan dilakukan di bandara dan pelabuhan sebagai gerbang utama, melakukan pengecekan administrasi, sebagai syarat perjalanan, sehingga bisa mengurangi risiko untuk penumpang yang akan masuk ke Bangka Belitung," ujarnya.

Ia menjelaskan virus corona dengan varian baru ini, memiliki perbedaam yakni daya penularannya yang lebih tinggi.

"Gejalanya sama tidak ada perbedaan, tetapi ia lebih tinggi dalam gaya penularannya, hingga harus di rawat inap. Hingga tingkat kematianya tinggi, sehingga salah satu upaya kita melakukan screening di pintu masuk, pengetatan protokol kesehatan, seperti selain memakai masker medis juga memakai masker kain ketika ke luar rumah," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved