Breaking News:

Kisah Moeldoko, dari Anak Miskin hingga Jadi Panglima TNI, Sejak Kecil Punya Nyali

Meski lahir dari rahim kemiskinan yang sama, Moeldoko belakangan menyadari ada yang berbeda antara dirinya dan teman-teman kecilnya

Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko 

BANGKAPOS.COM- Akhir-akhir ini nama Moeldoko sedang jadi sorotan. Dinamika politik praktis menyeret namanya ke tengah pusaran.

Terlepas dari pro dan kontra yang belum juga reda soal itu, jauh sebelum ada gelagat hal tersebut akan terjadi, tim JEO Kompas.com mewancarai Moeldoko di kantornya pada 11 Januari 2021.

Hari ini, Moeldoko dikenal orang sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) di Kabinet Indonesia Maju alias kabinet jilid kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, di karier militer, dia menapaki posisi puncak dengan menjadi Panglima TNI.

Moeldoko
Moeldoko (Tangkap Layar YouTube/Najwa Shihab)

Namun, ditarik jauh ke belakang, Moeldoko terlahir dari keluarga dan lingkungan miskin. Setidaknya, ini menurut pengakuannya sendiri.

Dalam perbincangan riuh selama hampir dua jam di Kantor Staf Presiden di lingkungan Istana Negara, Moeldoko bertutur banyak tentang aneka hal, mulai dari masa kecilnya yang susah itu hingga yang ada di pikirannya saat ditodong pertanyaan soal 2024.

Ini kisahnya.

MOELDOKO lahir dari keluarga miskin. Dia anak bungsu dari 12 bersaudara.

Namun, bersama dirinya hanya delapan anak yang pernah dia lihat. Mereka terdiri atas lima laki-laki dan tiga perempuan.

“Kamu terakhir, tinggal kuretan-nya,” ujar Moeldoko menirukan sang ibu tentang kelahiran dan keberadaannya di keluarga.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved