Kamis, 7 Mei 2026

Orangtua Perlu Dampingi Secara Selektif Anak Bermain Gadget, Minimalisir Gangguan Kesehatan Mata

Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang belum menerima aduan dari orangtua siswa, tentang gangguan kesehatan mata pada anak.

Tayang:
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty mengatakan belum ada aduan dari orangtua siswa, tentang gangguan kesehatan mata di tengah pandemi.

Terutama dikarenakan belajar daring atau kegiatan yang terlalu sering menggunakan gadget atau laptop.

"Kalau ke masuk ke dinas kami, belum ada informasinya. Tapi memang orangtua merasa direpotkan (belajar daring-red), ada yang komplain, karena merasa direpotkan karena harus mendampingi anak mereka dan memonitor tugas-tugas yang diberikan secara daring," ujar Eti, Senin (15/3/2021).

Tak ia pungkiri, segala sesuatu termasuk belajar mengajar secara daring tentu ada dampak positif dan negatif.

"Pasti ada positif dan negatif, karena kita merubah kebiasaan dari offline menjadi online, mau tidak mau pasti ada dampaknya. Kalau kita belajar secara offline tentu yang berperan itu guru jadi tidak menggunakan gadget. Pasti ada dampak negatifnya, salah satunya anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mata," kata Eti.

Untuk meminimalisir hal ini, penting sekali peran orantua untuk mendampingi anak agar lebih bijak dalam penggunaan gadget di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Tapi seandai orangtua mendampingi tentunya bisa mengarahkan, apalagi daring itu tidak lama waktunya, andai saja saat daring saja dia pegang hp, maka InsyaAllah tidak akan terjadi hal ini, " katanya.

Eti khawatir anak-anak bermain gadget untuk keperluaan bukan daring, sehingga perlu sekali peran aktif orangtua dan jangan sampai hal ini disalahkan ke sekolah.

Sementara itu, Kabid PPPA Dinas PPPA dan KB Kota Pangkalpinang, Fandiar menyarankan agar orangtua lebih selektif atau membatasi anak bermain gadget di luar waktu untuk belajar daring.

"Pengawasan anak-anak ini tentunya perlu sekali orangtua, harus mendampingi. Anak-anak ini juga main gadget bukan hanya untuk belajar, karena di rumah jadi kesempatan bermain hp itu lebih banyak. Tentunya kita kembalikan lagi kepada orangtua dalam pengawasannya," saran Fandiar. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved