Breaking News:

Pakar Larang Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya

Meskipun ada beberapa efek samping vaksin yang umum terjadi setelah divaksin, namun masyarakat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi obat pereda nyeri

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Darwinsyah/BangkaPos
Pakar Larang Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya 

BANGKAPOS.COM - Vaksin Covid-19 sudah mulai disalurkan ke masyarakat Indonesia sejak akhir 2021.

Pembahasan mengenai efek samping vaksin Covid-19 menjadi salah satu yang disoroti, terlebih saat ini semakin banyak masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin.

Meskipun ada beberapa efek samping vaksin yang umum terjadi setelah divaksin, namun masyarakat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi painkiller alias obat pereda nyeri sebelum sesi vaksin.

Viral Pengantin Wanita Tak Sanggup Naik Pelaminan Karena Mual, Terungkap Kisah Sebenarnya

Hari Ini KPI Bakal Panggil Stasiun TV yang Siarkan Lamaran Atta dan Aurel Hermansyah

Nissa Sabyan Video Call Bareng Fans, Wajah Sumringah Jadi Sorotan: Semangatin Aku Ya

 Apa sebabnya?

Pakar Virologi dan Imunologi UGM, Mohamad Saifudin Hakim menjelaskan melalui laman ugm.ac.id bahwa obat pereda nyeri sebaiknya tidak dikonsumsi sebelum vaksin, kecuali ada anjuran dari dokter karena kondisi khusus.

"(Sebab) sakit yang muncul setelah suntikan vaksinasi adalah kondisi yang normal," ungkapnya.

Adapun beberapa efek samping yang umum dialami setelah vaksinasi Covid-19, seperti sakit kepala, mual, nyeri di tempat suntikan, mengantuk, hingga nyeri otot.

Wajar jika beberapa orang ingin mengantisipasi rasa sakit atau ketidaknyamanan yang mungkin timbul setelah disuntik vaksin, namun belum jelas bagaimana obat-obatan tersebut memengaruhi kemampuan vaksin untuk membuat antibodi penting melawan Covid-19.

Baca juga: Mengenal Sindrom Piriformis Kondisi Kaki Nyeri Akibat Duduk Terlalu Lama, Kenali Gejalanya

Baca juga: Zodiak Hari Ini Senin 15 Maret 2021: Cancer Dapat Perlakuan Buruk, Aries Sukses

"Beberapa penelitian kecil pada anak-anak yang berkaitan dengan vaksin biasa (bukan vaksin Covid-19) menunjukkan bahwa konsumsi pereda nyeri seperti ibuprofen atau asetaminofen sebelum disuntik vaksin dapat sedikit mengurangi respons antibodi tubuh."

"Tapi tidak ada yang benar-benar tahu apakah ini memiliki signifikansi klinis dan tidak pernah dipelajari dalam skala klinis," ungkap spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner, MD, kepada Prevention.

Senada dengan Schaffner, asisten profesor penyakit menular dari Rutgers New Jersey Medical School, David Cennimo, MD menyarankan untuk berhati-hati dan menghindari meminum obat-obatan tersebut sebelum divaksinasi karena ada beberapa potensi risiko yang berkaitan dengan efektivitas vaksin.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved