Breaking News:

Pemkab Bangka Keberatan Biaya Tambahan Ongkos Angkut Elpiji 3 Kg Rp25 Per Km

Pemkab Bangka keberatan usulan distributor atau agen besar gas elpiji 3 kg soal biaya tambahan untuk ongkos angkut sebesar Rp 25 per km per tabung.

Penulis: edwardi | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com /Edwardi
Asep Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemkab Bangka keberatan usulan distributor atau agen besar gas elpiji 3 kg mengusulkan biaya tambahan untuk ongkos angkut sebesar Rp 25 per km per tabung.

Sementara Pemkab Bangka mengusulkan biaya tambahan untuk ongkos angkut gas elpiji 3 kg untuk jarak tempuh lebih dari 60 km sebesar Rp15 per kg per tabung.

Sebelumnya Pemprov Kepulauan Bangka Belitung akan menaikkan HET (Harga Eceran Tertinggi) gas elpiji 3 kg (gas bersubsidi) dari Rp 15.900 menjadi Rp 19.000 untuk jarak tempuh di bawah 60 km dari agen besar.

Sedangkan untuk jarak tempuh lebih dari 60 km akan dikenakan tambahan ongkos angkut sebesar Rp 25 per km.

"Kita sudah ada tiga kali melakukan rapat soal gas elpiji ini, juga keberatan kalau tambahan biaya Rp25 per km sehingga kita meminta hanya Rp15 per km. Namun sampai saat ini belum ada keputusan dan kesepakatan soal tambahan biaya angkut ini," kata Asep Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangka, Senin (15/03/2021) di rumdin Bupati Bangka.

Asep Setiawan mengungkapkan, Kabupaten Bangka mendapatkan kuota sekitar 8.000 lebih gas elpiji 3 kg untuk satu kali pengiriman atau distribusi,Dalam satu bulan ada tiga kali pengiriman.

"Untuk tahun 2021 ini kemungkinan kuita untuk Kabupaten Bangka akan mendapatkan tambahan kuota lagi," ujar Asep Setiawan.

Ditambahkannya, ada dua agen atau distributor besar gas elpiji 3 kg yakni di Belinyu dan Merawang, namun anehnya dalam pendistribusian gas elpiji 3 kg dari agen Merawang di awal ke Kecamatan Riau Silip dan Belinyu, sedangkan agen besar Belinyu membawa distribusi gas ke Kecamatan Mendo Barat.

"Mengapa sistem distribusinya seperti itu, kenapa nggak agen Merawang saja yang melayani masyarakat Kecamatan Mendo Barat, sedangkan masyarakat Belinyu dan Riau Silip dilayani agen besar Belinyu saja biar lebih dekat jarak tempuhnya."

"Jadi putaran distribusinya seperti itu sehingga jarak tempuh makin jauh, kenapa agen yang dekat tidak melayani subagen yang lebih dekat juga supaya tambahan ongkos angkutnya tidak besar," imbuh Asep Setiawan.

Bangkapos.com /Edwardi

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved