Breaking News:

Pendapatan PT Timah di Tahun 2020 Turun 21,3% Jadi Rp 15,21 Triliun, Ini Penyebabnya

Pendapatan perusahaan plat merah ini turun pada tahun 2020 lalu, walau begitu PT Timah Tbk berhasil tekan rugi bersih

Editor: Iwan Satriawan
Dok/PT Timah Tbk
PT Timah Tbk 

BANGKAPOS.COM- Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini ternyata berpengaruh pada kinerja PT Timah Tbk (TINS).

Pendapatan perusahaan plat merah ini turun pada tahun 2020 lalu, walau begitu PT Timah Tbk berhasil tekan rugi bersih.

Berdasarkan laporan keuangan tahun lalu, rugi bersih emiten pelat merah ini capai Rp 340,60 miliar, menyusut dari rugi bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 611,28 miliar.

Meski demikian, pendapatan PT Timah Tbk juga turun di tahun lalu. Pendapatan perusahaan BUMN ini turun 21,33% menjadi Rp 15,21 triliun di tahun lalu.

Padahal di 2019 silam, pendapatan PT Timah Tbk tercatat Rp 19,34 triliun.

Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang
Balok timah di gudang penyimpanan di sekitar Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang (bangkapos/resha juhari)

Secara rinci, jumlah pendapatan anggota indeks Kompas100 ini, berdasarkan letak geografis masih didominasi oleh pasar ekspor sebesar Rp 14,26 triliun, turun 22,6% dari penjualan ekspor di 2019 yang mencapai Rp 18,4 triliun.

Sementara penjualan ke pasar domestik hanya Rp 951,35 miliar.

Berdasarkan segmentasi bisnis, pendapatan dari penjualan logam timah masih mendominasi yakni mencapai Rp 13,91 triliun,

disusul oleh pendapatan dari tin chemical senilai Rp 414,66 miliar, tin solder senilai Rp 199,93 miliar, dan aluminium senilai Rp 144,8 miliar.

Hal ini membuat beban TINS juga turun. Misalkan saja beban pokok pendapatan yang turun 22,53%, dari sebelumnya Rp 18,19 triliun menjadi Rp 14,09 triliun. Beban umum dan administrasi juga turun 21,9% menjadi Rp 832,98 miliar.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved