Breaking News:

Berita Bangka

Kapolres Bangka Mengaku Kesal pada Proses Pengembangan Kasus Narkoba, Ini Sebabnya

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan mengaku kesal karena pengembangan ungkap kasus narkoba yang dilakukan oleh jajarannya kerap terputus.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/deddy marjaya
Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan memimpin gelar ungkap kasus narkoba di Polres Bangka Selasa (16/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan mengaku kesal karena pengembangan ungkap kasus narkoba yang dilakukan oleh jajarannya kerap terputus karena sejumlah sebab.

"Paling banyak pengedar yang kita bekuk terputus jaringannya karena pelaku selalu mengaku tidak kenal penyuplai dan diberi narkoba dengan cara dilempar atau mengambil di suatu tempat," kata AKBP Widi Haryawan saat mempimpin gelar ungkap kasus narkoba oleh Sat Narkoba Polres Bangka Selasa (16/3/2021).

AKBP Widi Haryawan mengatakan, selain itu saat pengembangan juga kebanyakan lintas wilayah Polres dan kebanyakan di wilayah Pangkalpinang.

Ada juga beberapa pengedar terputus karena pengendali berada di dalam tahanan dan berstatus sebagai narapidana kasus narkoba.

Untuk itu dalam setiap pengembangan guna berusaha mengungkap kasus narkoba berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Kebanyakan lintas wilayah atau putus karena pengendaliannya ada dibalik jeruji sedang menjalani hukuman kasus narkoba maka kita berkoordinasi dengan Direktorat Narkoba yang wilayah kerjanya lebih luas," kata AKBP Widi Haryawan.

Dari 1 Maret hingga 12 Maret 2021 Sat Narkoba Polres Bangka behasil membekuk 15 orang tersangka dari 10 ungkap kasus penyalahgunaan narkoba.

Lima orang di antaranya adalah residivis dengan barang bukti 4,17 gram narkoba jenis sabu.

(bangkapos.com/deddy marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved