Breaking News:

'Kota Rudal' Terbaru Iran, Berisi Berbagai Rudal Jelajah, Balistik, hingga Ranjau Laut

"Apa yang kita lihat hari ini adalah sebagian kecil dari kemampuan rudal yang besar dan ekspansif dari pasukan angkatan laut Pengawal Revolusi,"...

Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
istimewa
ILUSTRASI. 'Kota Rudal' Terbaru Iran, Berisi Berbagai Rudal Jelajah, Balistik, hingga Ranjau Laut. IRGC / WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS 

Laksamana Tangsiri mengatakan musuh Iran tahu pangkalan itu ada "tetapi informasi mereka tidak akurat."

"Pangkalan rudal baru menunjukkan bagaimana Iran tidak hanya memperkuat fasilitas bawah tanahnya tetapi juga menguji dan membangun varian baru rudal," kata analis keamanan Dr. Theodore Karasik kepada Arab News.

“Optik tersebut bermain baik untuk Iran, secara domestik dan internasional. Tetapi sebenarnya ini menggambarkan pemikiran Iran mengenai keamanan maritim dan skenario perang potensial dan adalah bagian dari budaya IRGC dalam hal asimetri,” kata Karasik, penasihat senior untuk Analisis Negara Teluk di Washington DC.

Media Arab menuding Iran dan proksinya di kawasan itu--Hizbullah, Houthi, dll-telah melancarkan ratusan serangan dengan rudal dan drone bersenjata dalam setahun terakhir, menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi di Arab Saudi.

Pembentukan "kota rudal" menimbulkan pertanyaan tentang komitmen AS dan kekuatan Eropa untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), perjanjian tahun 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Donald Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018, dan mulai memberlakukan sanksi.

Akan tetapi, Presiden Joe Biden ingin kembali ke kesepakatan tersebut. Arab Saudi dan sekutunya percaya bahwa perjanjian baru harus diperpanjang untuk mengatasi program rudal balistik Iran dan agresi regional.

“Komunitas internasional memiliki pengetahuan penuh tentang ambisi regional Iran dan peningkatan keterlibatan dalam urusan regional. Gambar dan video baru ini lebih dari cukup bukti untuk melibatkan Iran, karena ini dapat dianggap sebagai pengakuan yang blak-blakan tentang kemampuan misil mereka, tetapi komunitas internasional masih diam," kata analis politik Arab Saudi Dr. Hamdan Al-Shehri mengatakan kepada Arab News.

“Dunia mendengar para pejabat senior Iran membual tentang dukungan mereka untuk milisi Houthi baru-baru ini, mereka telah menunjukkan berkali-kali bahwa mereka sedang memiliterisasi kawasan itu untuk membuatnya lebih tidak stabil. Jika komunitas internasional terus diam dalam menghadapi agresi ini, maka merekalah yang akan bertanggung jawab,” tambahnya.

Serangan Houthi kembali jebol pertahanan udara Saudi

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved