Breaking News:

Lahan Kritis Babel Paling Luas di Kabupaten Bangka, Mikron: Kerusakan Lingkungan Pemicu Banjir

Lahan kritis yang telah mengalami kerusakan, seperti gundul dan rusak, sehingga berkurang fungsinya paling luas berada di Kabupaten Bangka.

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/dokumentasi
Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lahan kritis yang telah mengalami kerusakan, seperti gundul dan rusak, sehingga berkurang fungsinya paling luas berada di Kabupaten Bangka.

Data kekritisan lahan dari Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk menyebutkan Kabupaten Bangka pada peringkat pertama, dengan potensial kritis 151.187 hektar, dan lahan kritis 4.832 hektar.

Lahan rusak yang terjadi di Bangka Belitung, berdampak pada bencana, yang selama ini sering terjadi, seperti bencana banjir.

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, pemicu bencana banjir di Babel karena kerusakan lingkungan akibat tambang inkonvensional.

"Masalah pemicu banjir salah satu penyebabnya kerusakan lingkungan, kemudian sedimentasi ditimbulkan akibat tambang inkonvensional berada di hulu sungai mengakibatkan pendakalan di hilir,"jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Selasa (16/3/2021).

Dia menjelaskan, saat ini apabila hujan lebat terjadi maka daerah yang rawan, atau kritis akan mengalami banjir akibat banyaknya lahan rusak akibat tambang.

"Saat terjadi hujan lebat mengakibatkan air di hulu tidak bisa tertampung di hilir tidak langsung ke laut dan meluber ke pemukiman atau sarana jalan,"katanya.

Ia menjelaskan, dari beberapa kejadian di Provinsi Bangka Belitung disebabkan oleh kerusakan lingkungan seperti di Bangka Tengah, dan Pangkalpinang.

"Karena hulunya berbatasan dengan Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah, merupakan daerah timah atau tambang inkonvensional. Termasuk di Belitung Timur dan Bangka Barat, banyak sedimentasi atau lumpur sehingga menutup air sungai yang dulunya dalamnya hingga 4 meter, saat ini hanya satu meter saja,"katanya.

Dia menjelaskan dampak kerusakan daerah aliran sungai membutuhkan biaya besar untuk melakukan normalisasinya.

"Ini tentu saja membutuhkan anggaran sangat besar untuk normalisasinya. Termasik lokasi banjir di Babel ini ada penambahan karena wilayah di Babel ini ada istilahnya, berpindah sungai awalnya ada tempat air sungai mengalir, dipindahkan ke alur, ke tempat lain, sehingga terjadi penambahan lokasi,"katanya. 

Kekritisan Lahan di Babel

  1. Kabupaten Bangka, potensial kritis 151.187 hektar, lahan kritis 4.832 hektar
  2. Kabupaten Bangka Barat, potensial kritis 148.768 hektar, lahan kritis 4.006 hektar
  3. Kabupaten Bangka Selatan, potensial kritis 221.296 hektar, lahan kritis 463 hektar
  4. Kabupaten Bangka Tengah, potensial kritis 91.008 hektar, lahan kritis 1.776 hektar
  5. Kabupaten Belitung, potensial kritis 86.806 hektar, lahan kritis 977 hektar
  6. Belitung Timur, potensial kritis 89.947 hektar, lahan kritis 4.189 hektar
  7. Kota Pangkalpinang, potensial kritis 5.679 hektar, lahan kritis nihil

Sumber: Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk . (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved