Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pembacok Istri dan Tetangga di Jebus Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara, Dijerat Dua Pasal Pidana

Polres Bangka Barat menggelar konfrensi pers terkait aksi pembacokan yang terjadi di Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Konfrensi pers Polres Bangka Barat terkait pelaku MS yang membacok istri dan tetangganya di Desa air Kuang, Kecamatan Jebus, Selasa (16/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Polres Bangka Barat menggelar konfrensi pers terkait pelaku MS (53) yang melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia, Selasa (16/03/2021).

Sebelumnya pada Minggu (14/03/2021) pelaku yang merupakan warga Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, tega membacok istrinya UI (51) dan tetangganya BA (55) hingga keduanya pun kini telah meninggal dunia.

Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah saat konfrensi pers mengungkapkan, pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan dikarenakan memiliki rasa cemburu terhadap kedua korban.

"Kejadian ini berawal dari rasa cemburu pelaku selama 20 tahun, terhadap korban BA yang diduga telah berselingkuh dengan istrinya. Saat kejadian paginya pelaku cekcok mulut dengan istrinya karena tidak bekerja dan kebetulan pada pagi dan siang pelaku melihat korban BA disekitar rumah pelaku sehingga timbulah emosi," ujar AKBP Fedriansah.

Lebih lanjut karena terbakar api cemburu, pelaku menemui korban BA dengan membawa sebilah parang saat korban sedang tiduran di kursi rumah korban.

"Pelaku langsung mendekati korban BA dan mengayunkan parangnya, kearah punggung BA satu kali. Setelah itu BA berjalan terhuyung hendak lari, namun pelaku kembali membacok leher BA satu
kali hingga BA jatuh terduduk di tanah," jelasnya.

Konfrensi pers Polres Bangka Barat terkait pelaku MS yang membacok istri dan tetangganya di Desa air Kuang, Kecamatan Jebus, Selasa (16/03/2021).
Konfrensi pers Polres Bangka Barat terkait pelaku MS yang membacok istri dan tetangganya di Desa air Kuang, Kecamatan Jebus, Selasa (16/03/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Tak cukup membacok BA, rasa cemburu SA pun tak seketika padam hingga akhirnya nekat kembali pulang kerumah untuk membacok istrinya.

"Pelaku melihat istrinya dan anaknya Uci yang sedang menonton televisi, lalu pelaku mendekati istrinya dan mengatakan 'bakok lah ninggal, sekarang giliran ka pulak"," tuturnya.

Akibat dari penganiayaan yang dilakukan MS istrinya pun meninggal dunia usai sempat dilarikan ke Pusyandik Bhakti Timah Parit Tiga.

Selain itu anaknya yang mencoba melerai perkelahian orang tuanya pun, ikut menjadi korban dengan luka di tangan kiri akibat tergores parang milik MS.

"UI yang sedang tiduran di depan televisi tersebut, dan juga anaknya Uci yang berusaha melindungi ibunya dari serangan parang tersebut. Sehingga anaknya mengalami luka dibagian tangan dan istrinya meninggal dunia. Setelah membacok istrinya, pelaku pergi meninggalkan rumahnya sambil membawa parang miliknya," jelasnya.

Usai membacok istri dan tetangganya, pelaku MS pun menyerahkan diri setelah bertemu dengan Bhabinkamtibmas dan langsung dibawa ke Polsek Jebus.

Sementara itu atas tindak penganiayaan yang dilakukan, pelaku MS dikenakan dua pasal yakni pasal 340 KUHP subs pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Serta pasal 44 ayat 2 dan 3 UU nomor 23 tahun 2004 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Satu buah parang sepanjang 40 cm beserta sarung, satu helai baju dengan bekasa bercak darah dari BA dan satu helai baju dengan noda darah UI pun kini dijadikan sebagai barang bukti pelaku MS. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved