Breaking News:

Pengakuan Pembacok Istri dan Tetangga di Jebus, Saya Tidak Menceraikan Karena Saya Masih Sayang

Pelaku pembacokan istri dan tetangga di Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menangis ungkapkan penyesalan.

Bangkapos.com/dokumentasi
Konfrensi pers Polres Bangka Barat terkait pelaku MS yang membacok istri dan tetangganya di Desa air Kuang, Kecamatan Jebus, Selasa (16/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pelaku pembacokan istri dan tetangga di Desa Air Kuang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menangis ungkapkan penyesalan.

Mengenakan kopiah coklat, masker hitam dan baju oranye bertuliskan tahanan, MS (53) hadir saat konferensi pers di Polres Bangka Barat, Selasa (16/3/2021).

Pernikahan yang telah dijalani selama kurang lebih 28 tahun, harus berakhir tragis usai UI (51) selaku istri harus meninggal akibat luka bacokan yang diterimanya akibat luapan emosi dari sang suami yakni MS.

Sempat dibawa ke Pusyandik Bhakti Timah Parit Tiga, UI pun harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (14/03/2021) atau tak lama dari kejadian pembacokan yang dilakukan MS di rumahnya sendiri.

Hasrat tak terkendali akibat dari luapan cemburu mampu membutakan hati MS, ketika tak kuasa menahan rasa cemburunya kepada istrinya dan BA yang merupakan tetangga sekaligus korban pembacokan yang kini telah meninggal dunia.

"Ini sudah hampir 28 tahun, saya memang enggak ada bukti kalau dia berzina tapi menjerumus ke arah itu. Kalau lihat enggak pernah, kami sering cekcok tapi saya sayang sama dia. Pertama saya baru kawin, dia itu sering ke rumah neneknya. Kami sering cekcok, dari awal belum punya anak," ujar MS.

Usai melakukan pembacokan MS pun dengan isak tangisnya mengaku menyesal, telah melakukan tindak penganiayaan terhadap sang istri hingga berujung meninggal dunia.

Bahkan anak dari MS yakni Uci (21) pun juga ikut menjadi korban saat berusaha meleraikan, hingga tangan kirinya pun terluka akibat tergores parang yang dibawa MS.

"Saya tidak menceraikan karena saya masih sayang, saya menyesal lihat tangan anak saya luka. Pesan saya kepada anak dan keluarga saya minta maaf, saya memang berdosa," ungkapnya.

Sementara itu atas tindak penganiayaan yang dilakukan, pelaku MS dikenakan dua pasal yakni pasal 340 KUHP subs pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Serta pasal 44 ayat 2 dan 3 UU nomor 23 tahun 2004 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved