Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pengerukan Sedimentasi dan Normalisasi Sungai Jadi Prioritas PUPR Kota Pangkalpinang

Suparlan Dulaspar menyebutkan, pengerukan sidementasi dan normalisasi sungai di Kota Pangkalpinang jadi program penanganan prioritas di tahun 2021.

Bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala Dinas PU Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyebutkan, pengerukan sidementasi dan normalisasi sungai di Kota Pangkalpinang jadi program penanganan prioritas di tahun 2021.

Kata Parlan sapaan akrab Suparlan, pihaknya tetap melakukan maintenance (perawatan) sungai.

"Sedimentasi itu diangkat karena memang kita ada anggaran memang untuk itu anggaran swakelola namanya, kalau sedimentasi itu setiap tahun kita angkat. Seperti di sungai kacang pedang itukan terus kita angkat sampai sekarang," kata Parlan kepada Bangkapos.com, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, kalau dinding saluran rusak akan diperbaiki melalui anggaran swakelola juga.

"Jadi maintenance (perawatan) memang rutin kita lakukan untuk untuk menjaga sungai kita dengan normalisasi, contoh saluran pedindang yang dari parit lalang itu kalau ada rusak-rusak langsung kami perbaiki supaya menjaga keutuhan dinding saluran itu sendiri," bebernya.

Parlan menyebutkan, yang namanya perawatan sungai tidak terbatas, jadi dalam satu tahun rutin terus dilaksanakan.

"Kalau seminggu kita keruk, lalu hujan deras penuh lagi, kita keruk lagi jadi terus berjalan tidak ada batasan. Jadi yang dapat kita lakukan saat ini adalah pemeliharaan," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Bangka Belitung, Fadila Sobri mengatakan kerusakan DAS di Babel, semakin parah setiap tahun.

Ia mengatakan, setiap tahun DAS di pesisir mengalami kerusakan mencapai dua persen setiap tahun.

"Kita memutuskan membuat rekomendasi ke gubernur, karena perlu ada tim terpandu untuk penindakan perusakan lingkungan khusus aliran sungai yang semakin hari meningkat kerusakanya dan akan berakibat fatal," jelas Fadila kepada Bangkapos.com, Senin di rumdin Gubernur, Senin (15/3/2021).

Dia menjelaskan, kerusakan DAS di Babel meningkat dua persen setiap tahunya, kemudian sedimentasi saat ini semakin kritis terutama di sungai-sungai dekat perkotaan.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved