Jumat, 24 April 2026

Penting! Muhammadiyah Putuskan Awal Waktu Subuh Berubah, Ditambah 8 Menit

Di Indonesia, seorang dai dari Timur Tengah pernah heran dengan waktu subuh| pasalnya hari masih gelap tetapi azan telah berkumandang

Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews.com
Penting! Muhammadiyah Putuskan Awal Waktu Subuh Berubah, Ditambah 8 Menit - Ilustrasi awal waktu subuh 

BANGKAPOS.COM - Penting untuk diketahui! Belum lama ini Muhammadiyah memutuskan awal waktu subuh berubah.

Awal waktu subuh diputuskan ditambah 8 menit.

Keputusan mengubah awal waktu subuh ini dibuat pada Musyawarah Nasional Tarjih ke-13 tahun 2020.

Di sana, ulama-ulama Muhammadiyah berkumpul membahas titik ketinggian matahari di bawah ufuk pada saat fajar.

“Mengapa Majelis Tarjih mengangkat persoalan ini karena banyaknya pertanyaan, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di berbagai belahan dunia. Misalnya di Maroko sejumlah pemuda dengan sengaja menyantap makanan di bulan Ramadan pada saat azan subuh berkumandang sebagai sikap protes bahwa jadwal resmi masih terlalu pagi,” tutur Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam pengajian PP Muhammadiyah, Jumat (12/3/2021).

Hingga akhirnya, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menambah awal waktu subuh 8 menit.

Hal ini tak terlepas dari penentuan waktu terbitnya fajar.

“Penentuan waktu terbitnya fajar merupakan persoalan yang sangat penting. Hal tersebut lantaran berkaitan dengan empat jenis ibadah yang meliputi penentuan awal salat subuh, akhir salat witir, awal ibadah puasa, dan akhir wukuf di Arafah,” papar 

 Dia mengungkapkan, penentuan awal waktu subuh harus akurat berdasarkan penelaahan teks al-Quran dan Hadis, maupun realitas objektif di alam raya.

Awal mula polemik waktu subuh di Indonesia

Melansir laman muhammadiyah.or.id, Minggu (14/3/2021), di Indonesia, masalah awal waktu subuh baru bergulir saat kedatangan seorang pendakwah asal Timur Tengah.

Dai tersebut heran dengan kondisi subuh yang masih gelap namun azan telah berkumandang.

Akhirnya masalah ini melahirkan perdebatan di kalangan para ahli dan keresahan di hati masyarakat.

Majelis Tarjih, jelas Syamsul, turut menyumbang gagasan ihwal parameter terbit fajar dan memutuskan bahwa dip atau ketinggian matahari berada di -18 derajat di bawah ufuk.

Hal ini juga menjadi koreksi dari yang sebelumnya -20 derajat berubah jadi -18 derajat. Artinya, waktu subuh yang selama ini dipakai terlalu pagi sekitar 8 menit.

Lebih lanjut Syamsul mengungkapkan, pandangan tersebut didukung dengan pandangan mayoritas para ulama ahli astronomi yang sejauh yang bisa diakses Majelis Tarjih.

Selain itu, sejumlah negara juga menggunakan kriteria awal waktu Subuh pada ketinggian matahari -18 derajat seperti Malaysia, Turki, Inggris, Prancis, Australia, dan Nigeria.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Nazilah dan Qunut Witir Bahasa Indonesia dan Arab

Bagaimana seharusnya ketika salat subuh kesiangan?

Omong-omong soal awal waktu subuh, tentunya tak bisa dilepaskan dari ibadah fardhu umat muslim, yakni Salat Subuh.

Persoalan muncul ketika kita kesiangan.

Lantas bagaimana hukumnya salat subuh kesiangan, seperti baru dilaksanakan pukul pukul 6 atau 8 pagi, bolehkah dilakukan?

Ustadz Abdul Somad pun memberikan penjelasan.

Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah forum tanya jawab yang terekam dalam video berdurasi total hampir 19 menit, diunggah oleh kanal youtube TAMAN SURGA.NET, Kamis (18/6/2020).

Menurut penjelasan UAS, diketahui bahwa batas pengerjaan dan waktu shalat Subuh dapat ditentukan berdasarkan waktu syuruq.

Sementara untuk mengetahui waktu syuruq, bisa ditentukan dari waktu magrib di masing-masing daerah.

“Cara mudah untuk isyraq tengok magribnya, jam berapa magribnya, begitu juga isyraq,” ujar UAS.

UAS menjelaskan, cara mengukur waktu syuruq atau isyraq yaitu dengan mengurangi 15 menit dari waktu magrib di masing-masing daerah.

UAS kemudian memberikan gambaran dengan mengambil waktu magrib di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dengan waktu seperti saat video tersebut diambil.

Ketika itu, waktu magrib di Kota Tanjung Pinang jatuh pada pukul 06.04 WIB.

Dengan demikian, setelah dikurangi 15 menit maka waktu syuruq atau terbitnya matahari di Kota Tanjung Pinang pada saat itu jatuh pada pukul 5.50 WIB.

Jadi, di waktu dan jam inilah (5.50 WIB) subuh di Kota Tanjung Pinang ketika itu sudah habis.

“Jadi kalau begitu, syuruq matahari terbit di tanjung pinang, jam 5.50,”

“Cara mudah untuk isyraq tengok magribnya, jam berapa magribnya, begitu juga isyraq. Kalau magribnya jam 6.04 maka boleh salat sunah isyraq jam enam subuh lewat lima. Lima belas menit sebelum itu subuh sudah habis,” tegas UAS.

Sesuai dengan waktu seperti yang diterangkan UAS dalam video ini, jika seseorang terbangun pada pukul 5.30 WIB, UAS menganjurkan untuk tidak langsung mengerjakan shalat shubuh.

Akan tetapi mengerjakan shalat sunnah qabliyah terlebih dahulu.

Baru selanjutnya mengerjakan shalat subuh setelah iqamah.

Ini dikarenakan masih ada waktu selama 20 menit sebelum masuknya waktu syuruq.

Sementara untuk pengerjaan shalat sunnah isyraq, disebutkan UAS baru bisa dikerjakan 15 menit setelah waktu syuruq.

Sebagai contoh di Kota Tanjung Pinang dalam waktu seperti gambaran di atas, maka pengerjaan shalat isyraq dikerjakan pada pukul 06.05 WIB.

“Boleh shalat isyraq itu, 15 menit setelah syuruq. Syuruq matahari terbit,”

“jadi kalau begitu, syuruq matahari terbit di tanjung pinang, jam 5.50. Tambah 15 menit baru boleh shalat isyraq jam 6.05,” jelas UAS. 

Baca juga: Jangan Lupa Shalat Subuh Surat Terakhir Pilot Sriwijaya Air Captain Afwan Populer di Twitter

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat pada suatu kesempatan juga pernah menjelaskan ihwal salat subuh kesiangan ini.

"Anda sholat subuh misalnya. Subuh 4.28 adzan, subuh tunaikan 4.32. Lalu anda bangun 8.24, lalu Anda sholat? Salah tidak? Salah," kata dia pada sebuah kanal YouTube.

Ustadz Adi Hidayat memisalkan, seandainya jam masuk kantor adalah 7.30 WIB, dan Anda datang pukul 9.00, maka itu adalah hal yang salah.

"Anda dipanggil Allah 4.28 dan baru datang 8.24, salah tidak? Jelas salah, tetapi yang salah ini dosa tidak?," ujarnya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, hal tersebut belum tentu dosa.

Perlu dilihat penyebabnya.

"Mungkin dia tertidur karena suatu pekerjaan atau urusan yang tidak mengandung dosa. terlampau lelah kemudian bangun. atau janga-jangan terpeleset, tahajud luar biasa khusuk, istirahat tidur bangun-bangun setengah 9. Salah dia, dosa belum tentu," ujar Adi Hidayat.

Dia menyebutkan, Allah SWT menurunkan sifat Al Afuw atau Yang Maha Pemaaf.

Dengan sifat itu, kesalahan kita dimaafkan.

Sebab, walaupun salah belum tentu mengandung dosa.

"banyak kesalahan yang kita buat, cuma belum tentu dari kesalahan itu mengandung dosa," kata Ustadz Adi Hidayat.

Kemudian Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, jika kemudian Anda telat sholat subuh karena kesiangan akibat begadang yang tidak ada manfaatnya, maka hal itu salah.

Apakah berdosa? "nonton bola terus sampai mepet subuh, lihat, menang-menang, ujungnya menangis...bangun jam 8.24, salah tidak? salah. Dosa tidak? Ketika kesalahan mengandung dosa berubah namanya menjadi zambun, salah yang mengandung dosa," ujarnya.

Niat dan tata cara salat subuh

Niat salat Subuh

"Ushallii fardlash shub-hi rak ataini mustaq bilal qiblati adaa-an (ma'muman/imaman) lilla - hi ta'aalaa."

Artinya:

"Aku menyengaja shalat fardlu subuh dua raka'at menghadap qiblat (ma'muman/imaman) karena Allah".

Membaca Doa Qunut

Qunut merupakan amalan yang disunahkan dalam shalat.

Doa qunut dilafalkan saat rakaat dua ketika I'tidal, yakni bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca doa qunut.

Adapun untuk bacaan doa qunut subuh adalah sebagai berikut:

"Allahummah diinii fiiman hadait" wa aafinii fiman aafait. Watawallanii fiiman tawallait wabaariklii fiimaa a'thait. Waoinll birahmatika syarra maa qadlait. Fa innaka taqdlii w alaa yuqdlaa 'alaik, wa-innahu laa yadzillu man waalait. Walaa ya'izzu man aadait. Tabaarakta rabbanaa wata 'aalait. Falakal hamdu 'alaa maa qadlait astaghfiruka wa -atuubu i laik. Washallallaahu'alaa sayyidinaa muhammadin nabyyil ummiyyi wa-'alaa aalihi washahbihi wasallam".

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telahEngkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala Puji bagiMu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarganya."

Setelah selesai membaca doa qunut, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (Allaahu akbar) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud yang pertama pada raka'at terakhir sholat subuh.

Berikut Panduan Tata Cara Sholat Subuh :

1. Niat Sholat Subuh

Sebelum takbiratul ikhram, silahkan berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat shalat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah shalat karena Allah SWT.

2. Takbiratul Ikhram

Takbiratul ikhram merupakah rukun Sholat.

Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), bukan mengangkat kedua tangan.

Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.

Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "Allahu Akbar").

Kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.

3. Membaca Doa Iftitah

Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka'at pertama dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah.

Adapun hukum membaca doa iftitah dalam Sholat adalah Sunnah.

4. Membaca Surat Fatihah

Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah.

Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka'at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca.

5. Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur'an

Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat pendek atau surat Al-Qur'an.

6. Ruku' disertai Tuma'ninah

Membaca bacaan ketika ruku'.

7. I'tidal

Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca:

(Samiallahulimanhamida)

8. Sujud disertai dengan Tuma'ninah

9. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah

10. Sujud Kedua

Untuk sujud kedua cara dan bacaannya sama seperti halnya sujud pertama, yaitu:

(Subhanna robbial akla wabihamdi) Dibaca 3 kali

11. Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir

Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal.

12. Mengucapkan Salam

Tata cara salam :

- Mengucap salam seraya telunjuk jari kanan di tarik kembali dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan seluruhnya dari belakang.

- Diteruskan dengan mengucapkan salam kembali seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri kelihatan dari belakang.

Mengucapkan salam merupakan satu di antara  rukun shalat. (kompas.tv/bangkapos.com)

Sebagian artikel ini tayang di laman kompas.tv dengan judul Catat! Muhammadiyah Tambah Awal Waktu Subuh 8 Menit, Ini Alasannya

Sumber: Kompas TV
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved