Breaking News:

China Marah Penduduk Bakar Pabriknya di Myanmar, Mengaku Tak Ada Sangkut Paut Soal Kudeta

Menurut Global Times, total 32 pabrik investasi China di Yangon, kota terbesar di Myanmar, dibakar

Tangkapan layar/24h
Pembakaran perusahaan China di Myanmar - China Marah Penduduk Bakar Pabriknya di Myanmar, Mengaku Tak Ada Sangkut Paut Soal Kudeta 

BANGKAPOS.COM - China menyatakan kemarahannya setelah banyak pabriknya dibakar oleh penduduk Myanmar.

Pembakaran itu terjadi di tengah meningkatnya ketidastabilan politik.

Beberapa pemilik perusahaan China di Myanmar mengatakan mereka harus melengkapi diri mereka dengan senjata.

Mereka melakukan tindakan itu untuk mempertahankan diri karena masalah keamanan.

Ingat Oki Setiana Dewi? Curiga Bayinya Leukemia Ternyata Idap Penyakit Ini dari Pemeriksaan Darah

Ini Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat

Melansir 24h.com.vn, pada Selasa (16/3/21), China yang marah besar menuntut negara yang memiliki kekuatan terbesar di Asia Tenggara.

Untuk turun tangan mengendalikan militer Myanmar yang telah melakukan kudeta.

Karena kudeta itu militer, rakyat Myanmar marah sehingga imbasnya, banyak rakyat yang membakar perusahaan China di Myanmar.

"Myanmar harus memiliki langkah yang lebih efektif untuk mencegah semua tindakan kekerasan, hukum, bagi para pelaku yang menyebabkan pembakaran," kata Trieu Lap Kien, juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Menurut Global Times, total 32 pabrik investasi China di Yangon, kota terbesar di Myanmar, dibakar.

Dua pekerja Tiongkok juga terluka setelah insiden itu. Kerusakan properti mencapai 37,8 juta dollar AS.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved