Breaking News:

Hidayat Arsani Ingatkan Anggota Aptin Tidak Beraktifitas di Tempat Terlarang

Anggota Asosiasi Pengusaha Tambak Indonesia Nusantara (Aptin) diingatkan untuk tidak beraktivitas di daerah terlarang.

Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tambak Indonesia Nusantara Hidayat Arsani didampingi Wakil Ketua Umum Yusroni Yazid dan Ketua Aptin Bangka Belitung saat memberikan keterangan pers kepada wartawan Rabu (17/3/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tambak Indonesia Nusantara (Aptin) Hidayat Arsani mengingatkan anggota untuk tidak membuka usaha tambak udang dikawasan terlarang seperti kawasan hutan lindung yang bisa berakibat berurusan dengan hukum.

"Dah jelas kan kalau kawasan hutan lindung dilarang, jadi anggota Aptin jangan nambak di sana bisa berurusan dengan hukum, cari lokasi yang dak bermasalah," kata Hidayat Arsani yang kerap dipanggil Panglima ini

Hidayat Arsani mengatakan banyak kawasan yang bisa dimanfaatkan seperti kolong kolong bekas tambang atau lahan tidur. Ini malah membantu pemerintah menjadikan lahan produktif.

"Paling penting kan suplai air untuk tambak lancar itu banyak kolong kolong bekas tambang yang bisa dimanfaatkan," kata Hidayat Arsani

Baca juga: Prospek Tambak Udang pun Bikin Pengusaha Timah Beralih, Termasuk Mantan Bupati Yusroni Yazid

Baca juga: Ketum Asosiasi Pengusaha Tambak Indonesia Nusantara Puji Bupati Mulkan, Hidayat: Dia Bupati Terbaik

Panglima mengatakan dirinya juga meminta perusahaan tambak udang yang tergabung dalam Aptin untuk melibatkan masyarakat sekitar.

Terutama menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar tambak udang. Sehingga masyarakat merasa ada nilai positif dari aktifitas tambak.

"Selain tarik tenaga kerja di sekitar tambak juga kalau masyarakat minta bantu untuk kegiatan desa dibantu biar komunikasi dengan masyarakat tidak putus," kata Panglima

Menurut Hidayat Arsani saat ini ada 38 perusahaan tambak udang yang telah bergabung dengan Aptin.

Selain itu sejumah perusahaan telah mengajukan diri bergabung dan dalam proses.

"Kalau resmi yang telah gabung dengan Aptin ada 38 perusahaan ditambah dalam proses jadi sekitar 80 perusahaan. Kalau jumlah total tambak udang di Bangka Belitung lebih dari 100 dan akan terus bertambah," kata Hidayat Arsani. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved