Kamis, 7 Mei 2026

600 Ternak Babi di Kabupaten Bangka Mati Terserang ASF alias Flu Afrika

Sekitar 600 ternak babi di Kabupaten Bangka mati akibat flu Afrika. Jumlah terhitung sejak Januari 2021 lalu.

Tayang:
Penulis: edwardi | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Edwardi
Elius Gani, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka mengadakan jumpa pers bersama drh Tri Guntoro, MP, Sub koordinator Informasi Veteriner. Balai Veteriner Lampung (kanan) dan drh Correy Wahyu Adi S, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Kamis (18/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Munculnya serangan penyakit African Swine Fever (ASF) atau virus flu Afrika yang menyerang ternak babi di Kabupaten Bangka dideteksi sejak awal Bulan Januari 2021 lalu dan hingga saat ini terdata sekitar 600 an ekor ternak babi sudah mati di Kabupaten Bangka.

"Awalnya penyuluh kita dapat laporan dari peternak babi di Desa Pohin Pemali ternak babi nya mati 150 ekor, lalu kita adakan penyelidikan epidemilogi dengan pengambilan sampel, lalu esok harinya ada laporan lagi 20 ekor babi mati di Kelurahan Jelutung Kecamatan Sungailiat kita juga ambil sampel bersama Tim Balai Veteliner Lampung ada di Kabupaten Bangka," kata Elius Gani, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Kamis (18/03/2021) didampingi drh Tri Guntoro, MP, Sub koordinator Informasi Veteriner. Balai Veteriner Lampung (kanan) dan drh Correy Wahyu Adi S.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka.

Dilanjutkannya, setelah itu terus dilakukan investigasi mulai dari peternak babi di titik zona hijau atau belum ada kematian, lalu zona kuning, atau sedang ada kematian hingga zona merah atau semua ternak babi mati habis.

"Zona hijau saat ini seperti di Desa Rebo Sungailiat, lalu Zona Kuning seperti Kelurahan Lubuk Kelik , Jelitik, Pohin dan terakhir Zona Merah yakni Desa Deniang Kecamatan Riau Silip semua ternak babi mati habis, bahkan laporan sejumlah peternak kalau mereka mengambil bibit babi itu dari Desa Deniang," ungkapnya.

Sementara drh Correy Wahyu Adi S, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengatakan virus ASF ini bisa membunuh 80-100 persen ternak babi dalam.ksndang dalam waktu singkat.

"Jadi wajar kalau peternak babi terkejut dengan kecepatan membunuh virus ini sehingga melaporkan kepada para penyuluh dan petugas di Kabupaten Bangka," kata Correy.

Diharapkannya pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka bisa cepat melakukan antisipasi dan menyebarkan informasi ini kepada para peternak babi yang belum terpapar virus ini di Kabupaten Bangka.

"Kita harapkan semua peternak babi bisa mengetahui dan.menjadi lebih waspada, kuncinya di perternak itu sendiri untuk mematuhi tata cara penanganan dan mengantisipasi penyebaran penularan virus ini, kami sudah menyiapkan pamlet untuk disebarkan.keoada peternak babi," tukas Correy.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved