Breaking News:

Berita Sungailiat

Mampu Hasilkan Produk Terinovatif dan Kreatif, PT BAA Sudah Ekspor Tepung Sagu ke China dan Jepang

Abo mengaku saat ini PT BAA juga sudah mengekspor tepung sagu dan tapioka ke negara China dan Jepang secara rutin setiap bulan.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Pemilik pabrik tepung tapioka dan sagu atau Owner PT Bangka Asindo Agri (BAA), Fidriyanto 

Kegiatan ini juga dihadiri utusan Kemendagri, Kemenlu, Kemenkes, Kementrian PUPR , Mabes TNI, Mabes Polri dan tamu undangan lainnya. 

Dalam kegiatan ini selain meninjau proses produksi tepung sagu dan tapioka juga dihidangkan produk Sago Mee, yakni produk turunan sagu yang dijadikan  mie instan. 

Gubernur Babel Erzaldi mengatakan dalam kunjungannya Kepala BNPB Pusat Doni Monardo, menyampaikan beberapa hal yang sangat membuka wawasan yang tadinya biasa-biasa saja dengan komoditi sagu ini tetapi  ternyata ada sesuatu hal luar biasa yang tersirat dalam komoditi sagu ini.

"Saat ini kami juga sedang mengembangkan pertanian berbasis eks tambang  untuk ditanam sagu , karena lahan eks tambang sangat sulit mencari tanaman yang cepat tumbuh, seperti sagu ini ," kata Erzaldi.

Erzaldi berharap ke depan komoditi sagu ini bisa menjadi pengganti timah dan hal ini masuk akal untuk dilakukan dan diberdayakan.

"Memang pabrik ini masih ada dilema terhadap bau busuknya yang kadang muncul dan kadang hilang saat pabrik ini beroperasi, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi bagi masyarakat," ungkap Erzaldi.

Letjen TNI Doni Monardo, Kepala BNPB Pusat mengatakan rombongan yang dibawanya ini cukup banyak termasuk dari utusan KemenluRI agar bisa membantu memasarkan sagu Indonesia ke luar negeri.

"Negara lain nggak banyak yang punya sagu, kalaupun ada hanya sedikit, hanya NIRI yang punya banyak sagu jadi nanti tolong dibantu di pasarkan ke luar negeri," kata Doni 

Diungkapkannya, masyarakat Bangka Belitung saat ini masih tergantung komoditi timah untuk menggerakkan ekonominya, sedangkan penambangan ini menyebabkan kerusakan ekosistem  lingkungan dan setiap waktu selalu ada persoalan khususnya yang ilegal dengan masyarakat.

"Sepanjang jalan tadi saya lihat banyak pohon sagu tumbuh di pinggir jalan, pohon sagu ini cukup ditanam satu saja seumur hidup nanti dia akan mudah beranak-pinak sepanjang tahun, satu batang  sagu usia 8-10  tahun bisa menghasilkan 800 kg hingga 2 ton berat, dimana satu pohon menghasilkan 20 persen sagu, jadi satu ton pohon sagu mendapatkan 200 kg sagu," jelas Doni.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved