Breaking News:

Nelayan Pantai Tanjung Gunung Tidak Terganggu Aktivitas Tambang Apung, Jaring Ikan Tengah Laut

Susanto (53) warga Tanjung Gunung, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, mengungkap tidak terganggu dengan hadirnya tambang apung di Pantai Tanjung Gunung.

Bangkapos.com/Yuranda
Perahu nelayan terparkir di Pantai Tanjung Gunung, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Kamis (18/3/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Susanto (53) warga Tanjung Gunung, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, mengungkap tidak terganggu dengan hadirnya tambang apung di Pantai Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah.

Puluhan tahun menjadi seorang nelayan, di Pantai itu dirinya selalu berdampingan dengan penambang timah apung ilegal tersebut. Diakui olehnya, mata pencarian masyarakat, Tanjung Gunung, mayoritas penambang.

"Tidak terganggu, dari dulu mereka menambang di sini juga, karena mata pencarian orang di sini menambang la," kata Susanto, saat dijumpai di Pantai Tanjung Gunung, Kamis (18/3/2021)

Katanya, untuk penghasilan sekali melaut tergantung lama atau tidak saat mencari ikan. Tidak menutup kemungkinan ia tidak membawa apa-apa dari tengah laut.

"Rejeki itu sudah ada yang ngatur, kadang dapat 5 Kilogram ikan krisi, dan lainya. Kadang juga tidak dapat tapi itu jarang" ungkapnya.

Biaya operasional saat melaut, diakuinya mencapai Rp 500 ribu, per harinya, perjalanan dari tepih pantai hingga sampai ke tempat yang ditujuh mencapai dua jam perjalanan.

"Jauh lah, kurang lebih dua jam. Sehari habis sekitar Rp 500 ribu, beli bahan bakar," katanya.

Menurutnya, kalau menjaring di dekat pantai atau didekat tambang apung itu, hanya mendapatkan ikan dan udang kecil saja, sehingga susah untuk dijual di pasar.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved