Breaking News:

Tanggapi Isu Vaksin Sinovac Masuki Masa Kedaluwarsa, Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Berbagai isu miring mengenai masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac berseleweran di media sosial.

Editor: nurhayati
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Ilustrasi penyuntikan Vaksinasi CoronaVac di RSUD Kabupaten Bangka Selatan 

BANGKAPOS.COM -- Berbagai isu miring mengenai masa kedaluwarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac berseleweran di media sosial.

Tentu saja informasi tersebut bisa menyesatkan masyarakat. Untuk itu pihak kementerian kesehatan angkat suara terkait beredarnya isu mengenai masa masa kedaluarsa vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Guna meluruskan berbagai informasi tersebut agar bisa dipahami masyarakat, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan.

Ia mengatakan, vaksin Covid-19 bukanlah kedaluwarsa, melainkan shelf life atau masa simpan.

Pemerintah, kata Nadia, tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya habis.

Hal ini guna memastikan keamanan dan khasiat vaksin.

Dikutip dari setkab.go.id, vaksin Sinovac yang datang pada tahap pertama sejumlah 3 juta dosis, diproduksi pada September-November 2020 dengan shelf life dari produsen selama 3 tahun.

Sementara itu, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berdasarkan data stabilitas produk, vaksin Covid-19 produksi Sinovac diklaim memiliki masa simpan selama enam bulan.

Nadia menegaskan, ketentuan ini bukan bermaksud untuk mempercepat masa simpan vaksin, melainkan wujud kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.

"Bukan ada percepatan dari BPOM terkait masa simpan ini, tetapi BPOM melihat bahwa shelf life dari vaksin ini tidak semata-mata berdasarkan informasi yang disampaikan oleh produsen tetapi berdasarkan pada data stabilitas yang ada," jelas Nadia, Rabu (17/3/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved