Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Update, 13.993 Pekerja Publik Sudah Divaksin, Fokus Gencarkan Vaksinasi Lansia

Sasaran vaksinasi tahap dua untuk pekerja publik dan lansia saat ini sedang berlangsung.

Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
IlustrasivVaksinasi Covid-19.Sasaran vaksinasi tahap dua untuk pekerja publik dan lansia saat ini sedang berlangsung. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Sasaran vaksinasi tahap dua untuk pekerja publik dan lansia saat ini sedang berlangsung.

Berdasarkan data Rabu, (17/3/2021) sudah 13.993 pekerja publik atau 15,62 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan sudah 2.901 pekerja publik atau 3,23 persen yang telah disuntik vaksin dosis kedua di Bangka Belitung.

Sementara untuk data kategori lansia sudah 4.248 orang atau 5,36 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 3 orang lansia yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan sedang memfokuskan untuk percepatan vaksinasi yang disasarkan kepada pekerja publik dan lansia dan ditargetkan selesai hingga Mei 2021 mendatang.

"Sampai saat ini, Alhamdulilah, aman-aman saja lancar, cuma kita harus pacu lagi karena faktor resiko lansia lebih tinggi, jadi didulukan," ungkap dr Bangun, Kamis (18/3/2021) kepada Bangkapos.com.

Perbedaan vaksinasi pelayan publik dan lansia, hanya berbeda pada rentang waktu pemeberian vaksinasi dosis kedua yakni untuk pelayan publik minimal 14 hari dan lansia minimal 28 hari setelah disuntik vaksin dosis pertama.

"Dinas di kabupaten sudah punya posyandu lansia, sehingga dapat dioptimalkan lah data-data lansia di daerahnya.

Lansia ini memang divaksin di fasilitas kesehatan," kata dr Bangun.

Selain itu, untuk data kategori tenaga kesehatan sudah 11.757 orang atau 89,52 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 10.687 orang atau 81,37 persen tenaga kesehatan yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Dijelaskannya, cakupan tenaga kesehatan belum sampai 100 persen dikarenakan beberapa hal atau penundaan vaksinasi.

"Karena nakes ada yang punya komorbid, ada penyitas, sehingga ada beberapa yang belum, tapi progresnya naik terus," kata dr Bangun.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved