Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mulyani Suntik Ratusan Orang Dalam Sehari, Ada Bapak Teriak-teriak, Ada yang Sampai Harus Dipeluk

Dilapisi sarung tangan, Mulyani tampak telaten memegang jarum suntik berisi cairan putih yang disebut vaksin Sinovac.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Vaksinator penyuntik vaksin di Klinik Pratama Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Mulyani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dilapisi sarung tangan, Mulyani tampak telaten memegang jarum suntik berisi cairan putih yang disebut vaksin Sinovac.

Setelah melentikan dengan jari pada ujung jarum suntik, tangannya mulai mengarahkan jarum itu menuju lengan kiri penerima vaksin dengan santai.

"Lengan baju digulung ya, jangan tegang, rileks saja," ujar wanita yang baru berusia 23 tahun ini saat menenangkan penerima vaksin di Kilinik Pratama Dinkes Babel, Jumat (19/3/2021).

Usai menyuntik, Mulyani terlihat beberapa kali mencuci tangannya mengenakan handsanitizer dan tak lupa mengenakan masker saat pelaksanaan vaksinasi berlangsung.

Terhitung sudah hampir sebulan, Mulyani menjadi vaksinator penyuntik dalam program vaksinasi yang disasarkan kepada pelayan publik di lingkungan pemerintah provinsi Bangka Belitung.

Diakuinya sudah ribuan orang yang telah disuntiknya sampai saat ini, pasalnya per hari saja hampir ratusan pelayan publik dari berbagai instansi yang menerima vaksin untuk melawan virus corona ini.

"Berapa ya, sehari paling banyak itu ada ratusan orang. Iya, dari awal vaksin sampai sekarang, sudah ribuan mungkin," kata Mulyani.

Ia berprofesi sebagai perawat sekitar tiga tahunan ini sudah biasa memberikan tindakan atau penyuntikan. Sehingga tak ada rasa takut atau ragu saat menyuntik penerima vaksin.

Selama menjadi vaksinator suntik, alumni Poltekes Pangkalpinang ini membeberkan ada kisah unik saat penerima vaksin takut disuntik.

"Ada kemarin, penerima vaksin, bapak-bapak teriak-teriak, sebelum masuk bapak itu sudah kaku tangannya, setelah disuntik tangannya tidak mau digerakan.

Ada juga ibu-ibu takut disuntik, sampai dipeluk sama temannya. Tidak takut kalau saya nyuntik, karena sudah biasa," cerita wanita yang memang bercita-cita menjadi perawat sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ini.

Bila menemukan kejadian seperti ini, tentu rasa heran tetap ada, tetapi dirinya tetap tenang dan berusaha membujuk agar proses penyuntikan vaksin dapat berlangsung dengan lancar.

Sekadar informasi, bila sudah menerima vaksin dosis pertama, maka akan menerima vaksin dosis kedua setelah minimal 14 hari atau maksimal 28 hari lagi.

Setelah dua kali menerima suntik vaksin, maka penerima vaksin akan menerima sertifikat vaksinasi via sms.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved