Breaking News:

Advertorial

Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Pada Jiwa Manusia

Unit Pelaksana Proyek Jaringan Bangka Belitung telah menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)

Ist
Inspeksi K3 dilakukan oleh Bapak Rudy Sutrisno Manager UPPJ Bangka Belitung di lokasi proyek pembangunan kabel bawah tanah laut 150 kV Sumatera - Bangka(Landing Point Muntok) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- PT PLN (Persero) dalam penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) mengutamakan keselamatan jiwa dengan jargon Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Pada Jiwa Manusia.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan – Unit Pelaksana Proyek Jaringan Bangka Belitung telah menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) pada tahun 2019 serta telah melaksanakan set up ISO 45001 tahun 2018 dengan standar bertaraf internasional yang menetapkan berbagai persyaratan untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja atau dikenal dengan SMK3.

Standar tersebut memungkinkan organisasi aktif meningkatkan kinerja SMK3 untuk mencegah kecelakaan kerja. Keberadaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan konstruksi terutama di wilayah indonesia sebagaiamana telah di atur dalam peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, antara lain : Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manjemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dalam hal ini seluruh jajaran manajemen PT. PLN (Persero) berkomitmen terhadap penerapan Zero Accident. Dengan adanya penambahan penerapan sistem di lingkungan unit kerja, PLN mengupayakan dalam pembangunan pekerjaan proyek jaringan transmisi dan gardu induk dengan menerapkan budaya K3 di lingkungan kerja untuk mewujudkan terlaksananya Nihil kecelakaan (Zero Accident).

Manager Unit Pelaksana Proyek Jaringan Bangka Belitung, Rudy Sutrisno melaksanakan kunjungan atau inspeksi terkait K3 di lokasi proyek pembangunan kabel bawah laut 150 kV Sumatera – Bangka (Landing Point – Muntok), 29 Januari 2021 lalu.

Penerapan program K3 yang telah di buat perusahaan dengan budaya K3 yang sudah menjadi kebiasaan setiap pekerja, diharapkan mampu meningkatkan kinerja pekerja proyek konstruksi. 

"Inspeksi K3 ini dilakukan untuk memastikan penggunaan Alat Pelindung Diri  (APD) serta dapat meningkatkan kualitas dalam penerapkan budaya K3 di perusahaan," jelas Rudy Sutrisno.

Kegiatan serupa Inspeksi dan kunjungan manager ke lapangan terkait K3 akan dilaksanakan pada setiap bulannya.

Manager UPPJ Bangka Belitung Melakukan inspeksi K3 ke lapangan di lokasi proyek pembangunan kabel bawah laut 150 kV Sumatera – Bangka (Landing Point-Muntok) meliputi temuan – temuan yang melibatkan penerapan budaya K3 di suatu pekerjaan sesuai dengan standar K3 di lapangan.

Data – data yang akan di inspeksi seperti kelengkapan Alat pelindung Diri (APD), tanda keselamatan, rambu-rambu K3 serta kebersihan suatu tempat pekerjaan tersebut.

Jika adanya temuan, maka pelaksana pekerjaan (Kontraktor) wajib menindaklanjuti temuan tersebut secara cepat dan tanggap untuk menghindari unsafe condition ataupun penyakit akibat kerja (PAK) yang akan terjadi. K3LUPPJBABEL

“Jangan Berfikir Jika Kecelakaan Belum Terjadi Maka Kecelakaan Tidak Akan Pernah Terjadi. Kita mengutamakan keselamatan jiwa manusia," tegas Rudy Sutrisno. (Advertorial)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved