Breaking News:

Berita Pagkalpinang

Bangka Belitung Berpotensi Jadi Sumber Ketahanan Pangan Nasional, Bahar Buasan Tawarkan Ekonomi 3+2

Wakil Ketua Umum Bidang Agribisnis, Peternakan dan Pertanian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), B

bangkapos.com
Bahar Buasan saat ditemui pewarta dalam kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis di Hotel Santika Pangkalpinang, Sabtu (20/3/2021). (Bangkapos.com/Bryan Bimantoro) 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Wakil Ketua Umum Bidang Agribisnis, Peternakan dan Pertanian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan mengatakan Bangka Belitung berpotensi jadi sumber ketahanan pangan nasional.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (20/3/2021) di Hotel Santika Pangkalpinang.

Pernyataan itu bukan tanpa sebab, Bahar berpandangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian hingga perikanan. Dia menilai di Bangka ada Durian Namlung dan Super Tembaga yang sangat berkualitas.

Selain itu, ada pula Nanas Bangka yang menurutnya paling enak se-dunia. Di bidang perikanan, lanjutnya, ikan ketarap di Bangka Belitung memiliki kualitas terbaik, bahkan dijual dengan harga mahal di Hongkong.

"Sekarang produksi timah mulai berkurang. Sudah saatnya pindah ke pola ekonomi alternatif yang saya beri nama Bangka Belitung 3+2. Pertama pertanian perkebunan, kedua perikanan kelautan, dan ketiga adalah pariwisata. Kalau tiga ini berjalan dan bertumbuh, maka akan diikuti oleh +2 yaitu, perdagangan jasa dan industri," kata Bahar kepada awak media saat jumpa pers seusai mengisi materi, siang tadi.

Namun, ia mengakui ada tantangan yang harus dihadapi dalam melaksanakan pola ekonomi alternatif ini. Satu di antaranya bagaimana memastikan marketing atau pemasaran dari produk-produk pertanian ini terjual di pasar.

Ia menilai kekayaan alam tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus diimbangi pada kekuatan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen yang baik.

"Kalau bicara soal marketing ada dua hal. Pertama soal produknya. Produk yang hebat dan bagus belum cukup tapi juga harus ada keberlanjutannya. Kedua adalah cara jualnya. Begitu banyak petani dan nelayan menghasilkan produk, tapi jika tak ada yang menjual apakah bisa laku," tambahnya.

Menurutnya peran masyarakat dan media juga penting dalam mengangkat pola ekonomi 3+2 ini agar jadi kekuatan pangan baru di Bangka Belitung. Dia berharap pola ekonomi alternatif ini menjadi kekuatan baru yang menyejahterakan masyarakat.

"Daerah maju, Bangka Belitung maju, Indonesia maju," tegasnya. (Bangkapos.com/Bryan Bimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved