Breaking News:

Laboratorium Literasi Kerja Sama Pemdes Cit dengan Prodi Ilmu Komunikasi Stisipol Pahlawan 12

Laboratorium Literasi Salah satu program kampus merdeka yang digagas oleh mahasiswa prodi ilmu komunikasi Stisipol Pahlawan 12

Ist
Program Laboratorium Literasi Salah satu program kampus merdeka yang digagas oleh mahasiswa prodi ilmu komunikasi Stisipol Pahlawan 12 bekerjasama dengan pemerintah desa Cit Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Laboratorium Literasi merupakan satu di antara sekian program Kampus Merdeka yang digagas oleh Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Stisipol Pahlawan 12 bekerja sama dengan Pemerintah Desa Cit Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka, yaitu membangun taman membaca

Laboratorium Literasi bukan sekadar perpustakaan saja, akan tetapi juga merupakan wadah masyarakat khususnya anak-anak yang ingin belajar baik membaca, menulis dan lainya.

Kepala desa Cit H Ardani mengatakan sangat mengapresiasi dan menyambut baik Program Mahasiswa Kuliah Kerja Komunikasi(KKK) Stisipol Pahlawan 12 ini karena program ini sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran di kondisi pandemi.

"Alhamdulillah dengan ada program ini para anak-anak dan juga para orang tua sangat terbantu, kita ketahui selama pandemi ini mereka tidak bersekolah dan mungkin pelajaran melalui online kurang maksimal dengan program ini sangat terbantu," ujar Ardani.

Program Laboratorium Literasi Salah satu program kampus merdeka yang digagas oleh mahasiswa prodi ilmu komunikasi Stisipol Pahlawan 12 bekerjasama dengan pemerintah desa Cit kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka
Program Laboratorium Literasi Salah satu program kampus merdeka yang digagas oleh mahasiswa prodi ilmu komunikasi Stisipol Pahlawan 12 bekerjasama dengan pemerintah desa Cit kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka (Ist)

Andi Rika Fardaliana, seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi Stisipol Pahlawan 12 yang melaksanakan program ini mengatakan, proses belajar di sekolah saat ini sedang terkendala karena Pandemi Covid 19.

Sehingga siswa yang biasa sekolah tatap muka beralih ke sekolah online. Hal ini membuat minat belajar mulai redup. Melalui program ini mahasiswa sebagai relawan ingin memotivasi anak-anak di desa yang minim bantuan internet agar tetap merasakan proses belajar.

"Kami juga tidak hanya mengajar pelajaran dasar saja, kami juga mengajar segala hal mulai dari pembentukan karakter, keterampilan, seni, kebudayaan," ujar mahasisiwi yang lebih akrab disapa Oli ini kepada Bangkapos.com, Sabtu (20/3/2021).

"Kebetulan hari ini kami bersama Penyair Babel, Ira Esmiralda melakukan pengenalan terhadap sastra, tulis menulis Cerpen dan puisi kepada anak -anak yang ada di Desa Cit ini," tambahnya.

Oli juga menyebutkan, pihak laboratorium literasi rencananya akan mengadakan pembelajaran umum sepekan sekali.

"Dalam penerapanya kami juga tidak lepas dari tiga unsur penting dalam pendidikan, humanisasi, liberasi dan transendensi, yaitu memanusiakan manusia, berpikir kritis, dan merdeka, serta memiliki kesadaran illahi," kata Oli.

"Banyak orang yang memberikan pelajaran tapi hanya sedikit dari mereka yang memberikan pendidikan," tambahnya. (*)

Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved