Leisure
Sensasi Bukit Maras, Nikmati Panorama di Ketinggian 699 MDPL
Nikmatnya pesona keindahan alam ciptaan Tuhan, ditemani semilir angin yang mendamaikan.
Penulis: Riki Pratama |
BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Nikmatnya pesona keindahan alam ciptaan Tuhan, ditemani semilir angin yang mendamaikan.
Rasa lelah dan penat seolah hilang sekejab, terbang tertiup hembusan angin ketika berhasil tiba di puncak.
Kalimat itu mewakili perasaan setiap para pendaki yang telah berhasil menaklukan tingginya bukit atau gunung di manapun berada.
Karena diketahui, mendaki bukit atau gunung belakangan menjadi favorit banyak kalangan.
Terutama kondisi Pandemi Covid-19 yang selama ini melanda, sehingga membuat sebagian orang ingin berlibur menikmati alam terbuka.
Ketika akhir pekan tiba, banyak bukit menjadi sasaran para pencinta alam yang ingin menikmati panorama dan keindahan dari atas bukit.
Apabila ingin merasakan sensasi pendakian, tidak melulu harus mendaki gunung yang tingginya ribuan meter di atas permukaan laut seperti di Pulau Jawa.
Di Desa Berbura, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), terdapat bukit yang bisa menyajikan sensasi alam yang tak kalah menawannya.
Bukit Maras ini di Pulau Bangka ini memiliki ketinggian 699 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Lokasi destinasi ini berjarak 70 kilometer dari pusat Kota Pangkalpinang, Ibu Kota Provinsi Bangka Belitung, atau sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.
Sebelum menuju trek pendakian para pendaki harus berjalan sekitar 1 kilometer untuk menuju Air Terjun Maras yang merupakan lokasi awal untuk mulai pendakian.
Air terjun tersebut, juga biasanya menjadi sumber air para pendaki yang ingin mengambil air, kemudian dibawa menggunakan jerigen atau wadah lain ke atas puncak.
Pasalnya, di atas bukit sulit mencari air bersih sehingga sumber air terjun ini bisa dimanfaatkan para pendaki yang ingin menginap, untuk masak ataupun minum.
Setelah tiba di Air Terjun Maras, sudah waktunya para pendaki, mengikatkan tali sepatu secara erat, meregangkan kaki dan tangan, sambil mempersiapan tenaga untuk memulai mendaki.
Bukit ini memiliki lereng yang cukup terjal dan menanjak apalagi bila mendekati puncaknya.
Para pendaki harus fokus berpegangan dan mengatur langka kaki agar tidak terpeleset saat mendaki.
Bukit Maras memiliki enam pos dan satu posnya adalah Puncak Maras, setiap pos ditempuh dalam waktu yang bervariasi sesuai kecepatan langkah kaki para pendaki.
Bila gerak kaki cepat, tanpa banyak berhenti, pendaki bisa mencapai ke pos enam dalam waktu kurang tiga jam.
Setelah sampai di atas pemandangan yang menakjubkan tersaji di hadapan mata, terutama pada pagi hari, ketika matahari mulai terbit.
Kabut tebal dan awan putih terlihat menghiasi pinggiran lereng bukit, terasa berdiri sejajar pada awan, dan hamparan hutan, lautan membentang di sekelilingnya.
Solihin, Warga Sungailiat, Kabupaten Bangka, ditemui, bersama tiga rekan lainya mengatakan, mereka sering mencoba sensasi mendaki Bukit Maras ini.
Perjalanan Solihan dan teman-temanya mendaki biasanya dimulai sejak sore dan tiba di puncak pada malam hari, itu dilakukan untuk menghindari teriknya panas matahari. Mereka bermalam dan besok harinya, kembali pulang.
Mahasiswa yang aktif di kegiatan pecinta alam ini, menjelaskan, Bukit Maras merupakan tempat favorit para pendaki yang ingin merasakan tantangan naik ke atas bukit.
"Saya hampir sering naik ke bukit Maras ini, biasanya seminggu hingga sebulan sekali, bersama teman. Kadang juga saya hanya berdua bersama teman Mapala di kampus pernah naik ke puncak jam 10 malam tibanya jam 1 dini hari,"jelas Bang Sol sapaan akrabnya, kepada wartawan Bangkapos.com, belum lama ini.
Bang Sol, juga tak menapik, Bukit Maras ini menjadi tempat ujian, menguji adrenalin, para pecinta alam, karena bukit yang tinggi dan terjal menjadi tantangan tersendiri para pendaki.
"Kalau belum pernah harus mempersiapkan fisik sebaik mungkin, karena jaraknya jauh dan lereng bukitnya lumayan terjar, sehingga cepat membuat letih para pendaki. Banyak yang tak sanggup, akhirnya menyerah tidak sampai puncak, jadi perlu persiapan fisik ketika ingin mendaki," katanya.
Beberapa pantangan dan larangan yang wajib diketahui ketika mendaki ke Bukit Maras.
*Pantangan umum, yaitu dilarang merusak, mencoret, menebang pohon, merusak ekosistem.
Dilarang membawa senjata tajam (parang, kapak, chainsaw/mesin potong kayu), dilarang membawa minuman keras serta meminum minuman keras dan obat-obatan terlarang serta mengggunakanya.
Dilarang mengambil apapun kecuali foto/dokumentasi, dilarang membuang sampah sembarangan yang mengotori spot wisata dan barang yang akan menjadi sampah harus dibawa pulang kembali
*Pantangan adat yaitu mandi di air tanpa perpakaian, pantang bersiul, pantang membawa telur bebek.
Pantang berkata kotor, pantang membawa ketan, pantang memukul jangkar pohon menggunakan tongkat, pantang menyalakan api unggun, pantang membawa pisang masak. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sensasi-keindahan-puncak-bukit-maras-di-ketinggian-699-mdpl.jpg)