Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

UPDATE: Pasien Covid-19 di Bangka Belitung Bertambah 165 Orang, Lihat Sebaran Wilayahnya

Hari ini, Sabtu (20/3/2021) sebanyak 165 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Pasien Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Hari ini, Sabtu (20/3/2021) sebanyak 165 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Kasus positif tersebar pada beberapa wilayah, seperti Belitung Timur 1 orang, Pangkalpinang 44 orang, Bangka Tengah 6 orang, Kabupaten Bangka 19 orang,  Bangka Selatan 19 orang dan Belitung 76 orang.

Total kasus positif hari ini 8.531 kasus, sembuh bertambah 101 orang, total 7.641 kasus dan meninggal dunia bertambah 1 orang, total menjadi 133 kasus.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Andi Budi Prayitno, Sabtu (20/32021) mengatakan, penyebab terjadinya peningkatan jumlah kasus pada hari ini, karena tracing dan testing yang dilakukan.

"Sehingga dari hasil tracing dan testing yang semakin meningkat itu ditemukan banyak terpapar atau positif Covid-19. Itu artinya, telah terjadi peningkatan penularan dan penyebaran virus corona di Babel masih cukup mengkhawatirkan,"jelas Andi kepada Bangkapos.com, hari ini.

Selain itu, penyebab lainya, kata Andi, karena ketidakpatuhan dan ketidakdisiplinan masyarakat dalam melakukan dan menerapkan protokol kesehatan.

 "Seperti dalam penggunaan masker dan menjaga jarak di tempat keramaian atau kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun sebagai upaya pencegahan dari paparan virus corona masih rendah. Ini menjadi faktor penyebab banyaknya orang yang positif," lanjutnya.

Dia menjelaskan, perlu disampaikan, pula bahwa meskipun seseorang telah menerima imunisasi atau sudah divaksin, tidam berarti dia tidak akan terpapar Covid-19.

"Kemudian untik razia atau operasi yustisi penegakan disiplin Protokol Kesehatan masih berlangsung sampai saat ini. Namun, memang tidak setiap waktu atau setiap hari dilakukan karena razia ini dilakukan oleh tim gabungan dan penegakan hukumnya dilakukan oleh aparat penegak hukum," katanya.

Ia menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 dan aparat penegak hukum menginginkan muncul dan terbangun kesadaran masyarakat maupun dunia usaha dalam penerapan Protokol Kesehatan ini, sehingga tidak perlu ada sanksi yang harus dikenakan. 

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved