Breaking News:

Gubernur Babel Bicara Rencana Impor Beras, Erzaldi: 55 Persen Beras Kiriman dari Luar Babel

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, memberikan pandangannya soal polemik beras impor yang dilakukan dilakukan Kementerian Perdagangan.

Bangkapos.com/dokumentasi
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, memberikan pandangannya terkait polemik beras impor yang dilakukan dilakukan oleh Kementrian Perdagangan.

Menurut, Erzaldi, itu merupakan kewenangan pemerintah dalam memutuskan ingin melakukan impor beras.

"Berkenaan impor beras bukan kewenangan saya menjawab, ya pasti ada departemen yang mengambil kebijakan itu. Tentunya sudah hasil rembukan dari beberapa kementrian. Misalnya memang sudah ada impor, pasti keputusan sebelumnya melalui rapat-rapat,"jelas Erzaldi kepada Bangkapos.com, Senin (22/3/2021) di kantor gubernur.

Dia menjelaskan, saat ini kebutuhan beras di Babel baru mencapai 45 persen berasal dari lokal dan sisanya dari luar Babel.

"Kita baru menghasil sawah dapat mengakomodir 45 persen kebutuhan dan 55 persen masih mendapat kiriman dari kebutuhan kiriman luar Babel,"jelasnya.

Mantan Bupati Bangka Tengah, ini mengatakan Pemprov Babel terus berusaha menargetkan tercapainyavswasembada beras hingga 100 persen.

"Kita menargetkan terus agar upaya memenuhi kebutuhan beras di Babel ini menjadi 100 persen bahkan lebih. Insyaalah dari tahun ke tahun meningkat, kami tetap berusaha meningatkan, walau memang tidak mudah, untuk terpenuhinya beras dari lokal perlu perjuangan ektra keras," tegasnya.

Tetapi, Erzaldi memberikan bayangan terjadi peningkatan produksi beras lokal dari tahun sebelumnya yang hanya 15 persen saja dan saat ini telah mencapai 45 persen.

"Bayangkan waktu 2017 masih 15 persen pemenuhanya, sekarang sudah 45 persen, berjalan empat tahun kepemimpinan kami. Itupun dari 15 ke 45 berapa tahun, tiga tahun, mudah-mudahan 2022 nanti bisa mencapai ke angka 60 persen," harapnya.

Untuk kualitas beras lokal Babel, Erzaldi mengatakan tidak kalah bagusnya dengan beras impor dari luar Bangka Belitung.

"Kualitas bagus, kemudian terkait bisa saja indikasi oplos karena beras di hasilkan di rias ini standarnya premium, bisa bayangkan mau bersaing dari Desa Rias, yang harga pasti lebih murah, sementara dari luar belum ongkosnya. Jadi bisa saja orang melakukan oplos, sehingga minta dibahas dilakukan penertiban, apabila kedapatan oplos, tolong ditindak, jangan sampai beras kita tidak bisa bersaing," jelasnya.

Dia juga mengharapkan para ASN Pemprov Babel juga menggunakan beras lokal untuk membantu menghidupkan petani lokal dengan menggunakan beras dari dalam daerah sendiri.

"Silakan sudah dilakukan untuk pemakaian beras lokal lebih banyak, karena beras juga, kualitas  bagus. Beras kualitas premium sama seperti beras putih biasa," katanya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved