Breaking News:

Jamin Transaksi Pasar Timah Fisik Dalam Negeri, PT KBI Bukukan Transaksi Rp 53 M di Hari Pertama

PT KBI akhirnya hadir menjadi lembaga kliring pasar timah fisik dalam negeri terhitung mulai Senin (22/3/2021) di Jakarta Future Exchane

Jamin Transaksi Pasar Timah Fisik Dalam Negeri, PT KBI Bukukan Transaksi Rp 53 M di Hari Pertama
Bangka Pos /Teddy Malaka
TIMAH BATANGAN - Sejumlah timah batangan siap ekspor tertata rapi di Pusmet Bangka Barat. Mulai Senin (22/3/2021) PT KBI (Persero) hadir sebagai lembaga kliring penjamin transaksi timah fisik untuk pasar dalam negeri. Hadirnya PT KBI ini diharapkan mampu berperan dalam memperbaiki tata niaga pasar timah dalam negeri.

BANGKAPOS.COM , JAKARTA – Terhitung mulai Senin (22/3) kemarin, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) resmi resmi menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi pasar Fisik Timah untuk perdagangan timah dalam negeri di Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange).

Di hari pertama peran barunya di pasar timah fisik dalam negeri, PT KBI membukukan transaksi sebesar  Rp 53,4 miliar. Angka tersebut diperoleh dari total transaksi di hari pertama sebesar 150 ton dengan harga Rp 356.408.648 per ton.

Fajar Wibhiyadi, Direktur PT KBI (persero) menjelaskan, mekanisme trading untuk pasar dalam negeri pada dasarnya sama dengan transaksi timah luar negeri.

TIMAH BATANGAN - Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) saat melihat stok timah batangan. Mulai Senin (22/3), PT KBI resmi menjadi Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi.
TIMAH BATANGAN - Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) saat melihat stok timah batangan. Mulai Senin (22/3), PT KBI resmi menjadi Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi. (ISTIMEWA PT KBI)

“Yang membedakan hanya di lottase, dimana untuk pasar dalam negeri 1 lot sama dengan 1 ton, sedangkan untuk ekspor 1 lot sama dengan 5 ton. Jenis timah yang diperdagangkan juga sama dengan untuk ekspor, yaitu TLEAD300,200,100,50 dan TPURE099,” kata Fajar melalui release yangd ikirim ke Bangka Pos, Senin (22/3).

Bisnis baru yang dijalankan KBI ini sejalan dengan peran KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

PT KBI hadir di perdagangan timah lantaran sejauh ini, Indonesia berstatus sebagai negara penghasil timah terbesar di dunia, dan kebutuhan dalam negeri juga cukup besar.

“Untuk itu, perlu tata niaga yang baik terkait transaksi timah dalam negeri, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan kepada negara dan masyarakat,” imbuh Fajar Wibhiyadi.

Fajar Wibhiyadi menambahkan, adanya perdagangan timah dalam negeri ini dimaksudkan untuk menciptakan transparansi, dimana semua transaksi yang terjadi tercatat dan dapat dimonitor oleh negara.

“Saat semua transaksi tercatat, maka data tersebut akan bermanfaat untuk pengambilan kebijakan. Kita jadi tahu perbandingan kebutuhan ekspor dan juga kebutuhan untuk insdutri dalam negeri,” imbuh Fajar.

Terkait dengan bursa perdagangan timah fisik ini, PT KBI berperan sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi. Di situ PT KBI akan memberikan jaminan sekaligus memastikan penyelesaian hak dan kewajiban baik dari sisi penjual maupun sisi pembeli.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved