Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kapolda Sedih Lima Anggota Polda Bangka Belitung Dipecat, Curi Senpi dan Disersi

Lima anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung, dipecat. Tiga diantaranya terlibat aksi pencurian Senjata Api (Senpi)  dan dua lainnya disersi.

ist/Polda Babel
Upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) lima Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung di halaman Mapolda Bangka Belitung, Senin (22/3/2021). Tiga diantaranya terlibat aksi pencurian Senjata Api (senpi) dan dua lainnya disersi. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Lima anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung, dipecat. Tiga diantaranya terlibat aksi pencurian Senjata Api (Senpi)  dan dua lainnya disersi.

Pemecatan kelimanya ditandai, upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), di halaman Mapolda Bangka Belitung, Senin (22/3/2021).

Dipimpin, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Umar Dani, Kabid Humas Kombes Pol Maladi, dan Pejabat Utama Polda (PJU) Polda Bangka Belitung.

Anang mengaku sedih lantaran hari ini ada beberapa personel di lingkungan Polda Bangka Belitung terpaksa diberhentikan dari kedinasan kepolisian.

Padahal kata Anang, saat ini Polda Bangka Belitung, kekurangan personel. 

"Tidak mudah bagi kita dalam melaksanakan pemecatan personel ini, dikarenakan hal tersebut membutuhkan waktu yang panjang. Hal ini dikarenakan bahwa kita harus menegakan hukum dan disiplin dalam kepolisian," kata Anang, dihadapan peserta upacara,  Senin (22/3/2021).

Upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) lima Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung di halaman Mapolda Bangka Belitung, Senin (22/3/2021). Tiga diantaranya terlibat aksi pencurian Senjata Api (senpi)  dan dua lainnya disersi.
Upacara pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) lima Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung di halaman Mapolda Bangka Belitung, Senin (22/3/2021). Tiga diantaranya terlibat aksi pencurian Senjata Api (senpi) dan dua lainnya disersi. (ist/Polda Babel)

Untuk itu, dirinya mengimbau kepada personel Polda Babel, jangan sampai ada lagi yang melakukan pelanggaran, sebab, jika terbukti melanggar akan dikenakan saksi hingga pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH)

"Bagaimana bisa ada personel yang menjual dan mengamankan senpi hingga waktu yang cukup lama. Dan kita juga harus intropeksi kebelakangnya, bagaimana proses rekrutmen personil tersebut hingga sampai diterima menjadi anggota Polri," bebernya.

Jendral bintang dua tersebut, meminta seluruh personel menjadikan momentum PTDH ini sebagai sarana intropeksi diri kedepan. 

"Pelajaran yang berharga yang dapat kita ambil adalah, intropeksi diri, dan ingatkan kepada rekan-rekan kita yang apabila sudah ada gejala yang akan menyimpang,"  tegas Anang.

Halaman
12
Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved