Breaking News:

Profil Ketua DPRD Bangka Iskandar, Nakal Sejak Kecil Sehingga Dipanggil Sidi Sipon

Karir politiknya terus menanjak di periode ketiga sebagai anggota DPRD, Iskandar dipercaya pimpinan partainya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bangka.

Penulis: edwardi | Editor: El Tjandring
bangka pos
Screenshot live Fb Bangka Pos. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung sudah tak asing dengan sosok Iskandar alias Sidi. Politisi ulung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merakyat dan sederhana ini dikenal sebagai orang kampung yang hobi berkebun dan religius.

Ia memulai karir politik sebagai Ketua Ranting PDIP Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang hingga berhasil selama dua periode menduduki kursi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangka.

Karir politiknya terus menanjak di periode ketiga sebagai anggota DPRD, Iskandar alias Sidi dipercaya pimpinan partainya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bangka saat ini.

Pria berkulit hitam ini selalu tampil bersahaja, sederhana, sopan dan merakyat serta ramah dan ceria. Sidi juga bersemangat dalam kesehariannya meskipun sudah sibuk menjadi seorang pejabat publik. Namun beliau tetap menyempatkan diri rajin berkebun dan suka menanam berbagai jenis tanaman apa saja yang memberikan manfaat.

Iskandar mengaku suka berkebun sejak kecil karena memang sudah menjadi didikan keluarganya, yakni suka bekerja keras dan nandiri.

"Saya ini dulunya sejak kecil sering berbuat yang aneh-aneh namun positif, suka berkebun, suka bekerja, suka menanam, suka berdagang sehingga orang kampung suka memanggil dengan nama Sidi. Saya saat berdagang itu dikenal nakal sehingga oleh almarhum bapak Sipon, saya dipanggil dengan nama Sidi Sipon," kata Iskandar ditemui di kebunnya di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang yang ditanami sekitar 16 jenis tanaman buah-buahan dan lainnya, Sabtu (20/03/2021) lalu.

Dia menjelaskan, nakal di sini maksudnya karena dirinya sering dan giat berdagang seperti berjualan es, balon, rokok, hewan-hewan peliharaan maupun konsumsi, minuman, barang bekas dan lainnya.

"Dulu ada musim kawin massal di Bangka Selatan selalu ramai dan saya selalu hadir di sana untuk berdagang. Seperti ada even artis datang ke Pantai Pasir Padi, Matras seperti jaman Ona Sutra, bang Sidi selalu hadir untuk berjualan, sebab niat saya itu berdagang sambil beribadah walaupun dalam berdagang itu ada seni bohongnya sebab kalau nggak bohong maka nggak laku," ungkap Sidi.

Didi mengungkapkan pengalaman berkesan saat berdagang di musim keberangkatan jemaah haji di Bandara Depati Amir sekitar tahun 80-an saat masih sekolah Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

"Saya jualan es tegok, balon, rokok dan balon saking panasnya cuaca saat itu es dagangan saya laku keras sehingga kehabisan plastik, terpaksa saya mengambil plastik-plastik bekas tetapi saya cuci lagi karena ini situasi darurat banyak orang ingin minum, syukurlah pembelinya sehat saja," imbuh Sidi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved