Breaking News:

Tingkatkan Produksi Pangan, Dinas Pangan Bangka Tengah Giatkan Program Family Farming

Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatakan produksi pangan daerah yang ada di Bangka Tengah.

Istimewa
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Edi Romdhoni. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatakan produksi pangan daerah yang ada di Bangka Tengah.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah Edi Romdhoni mengatakan, ada dua tugas pokok yang menjadi fokus pihaknya dalam meningkatkan ketahanan pangan, di antaranya yakni membidangi penyuluhan kelembagaan dan penyuluhan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

"Untuk yang urusan SDM kelembagaan dan penyuluhan ini kami punya tugas bagaimana meningkatkan kapasitas SDM pertanian, baik petani maupun penyuluhnya agar bisa meningkatkan kapasitasnya dan kapabilitasnya melalui kegiatan permagangan, penyuluhan masal dan lainnya dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM nya," kata Edi, Senin (22/3/2021).

Sementara itu ia mengungkapkan ada tiga faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan produktivitas pertanian, yakni persiapan saran dan prasarana pembibitan, regulasi atau aturan, dan kesiapan SDM.

"Jadi disini peran pemerintah 25% bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana penunjang dalam bidang teknologi, pengairan, penyediaan bibit, dan lainnya. Kemudian yang kedua regulasi atau aturan, mulai dari undang-undang kemudian peraturan pemerintah, peraturan menteri, sampai ke pergub, ini perannya 25%, untuk 50% nya ternyata ada pada SDM pertanian tani dan penyuluh," jelasnya.

"Sebesar apapun bantuan pemerintah dari bentuk sarana dan prasarana jika petaninya belum siap maka hasilnya tidak akan optimal, oleh sebab itu SDM ini menjadi tolak ukur keberhasilan pangan," tegas Edi.

Kata Edi, Family Farming atau pertanian keluarga menjadi program yang dilakukan pihaknya untuk mengajak masyatakat ikut serta dalam meningkatkan ketahanan pangan

"Ketahanan pangan di daerah ini dapat dimulai dari pangan keluarga melalui kegiatan produksi pertanian yang bisa dilakukan oleh keluarga, jadi jika pangan keluarganya sudah kuat, maka tidak menutup kemungkinan akan muncul ketahanan pangan desa, lalu jika desanya sudah kuat akan terbentuk ketahanan pangan kecamatan, kabupaten, provinsi dan Indonesia," tuturnya.

Lebih lanjut, untuk mensuport program Family Farming atau pertanian keluarga, pihaknya akan membuat gabungan kelompok petani dengan memberikan stimulus bantuan dana yang bisa dilakukan secara berkesinambungan sebesar Ro 150 juta yang dibagikan ke masing-masing kelompok tani.

"Bantuan ini bukan bantuan satu tahun saja, namun ada perjanjian kerja sama minimal 5 tahun, dimana nanti disusun rencana perkelompok bagian tugas-tugasnya dan itu boleh lintas sektor, namanya ketahanan pangan keluarga jadi bukan hanya tanaman pangan hortikultura, melainkan boleh peternakan, dan boleh perikanan guna meningkatkan gizi pangan keluarga dan selebihnya untuk meningkatkan pendapatan,"kata Edi.

Ia berharap dengan adanya program Family Farming ini dapat mengatasi dan merubah peta rawan pangan Bangka Tengah, khususnya Bangka Belitung.

"Karena kita ini negara kepulauan hampir 90% masih menggantungkan pangan pokok dari luar. Dengan adanya program Family Farming ini haraoannya ketahanan pangan kita di suatu daerah bisa meningkat dan menyebar ke kelompok-kelompok lain," tuturnya. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved