Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Denda Pajak Hotel dan Resto di Pangkalpinang Diringankan, Bakeuda Optimis Target Pajak Terpenuhi

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto mengatakan, denda pajak Hotel dan Restoran di Kota Pangkalpinang memang ada keringanaan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
bangkapos.com / Ira Kurniati
Kepala Bakeuda Pangkalpinang Budiyanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang, Budiyanto mengatakan, denda pajak Hotel dan Restoran di Kota Pangkalpinang memang ada keringanaan.

Hal ini dilakukan guna meringankan beban pihak hotel dan resto yang terdampak pandemi covid-19.

"Kalau pajak hotel dan restoran sebetulnya memang ada keringanan berupa denda, namun detailnya masih belum tau dan belum bisa bisa dipublish, saat ini lagi kami rumuskan," kata Budi kepada Bangkapos.com, Selasa (23/3/2021).

Dia menyebutkan, target pajak Hotel di Pangkalpinang tahun 2021 sebesar Rp2,3 Miliar, dan target pajak Restoran sebesar Rp10 Miliar.

Meskipun denda sudah diringankan, kata Budi ia tetap optimis pajak hotel dan restoran di kota Pangkalpinang akan tetap terealisasi pada akhir tahun nanti.

"Kita lebih kependataan objek pajak baru dan sambil mempertahankan objek pajak yang ada, jadi kita tetap inshaAllah optimis terealisasi pada akhir tahun nanti," bebernya.

Dia mengatakan, di tahun 2021 ini ada beberapa langkah dan strategi agar target pajak daerah dan retribusi daerah tercapai. Satu di antaranya memang menguatkan capaian pajak daerah pada sektor pajak restoran, pajak hotel dan pajak hiburan tadi.

"Selain itu kita berharap wajib pajak patuh terhadap pajaknya. InsyaAllah kalau ini berjalan, target pendapatan daerah kita di tahun 2021 ini tercapai," sebutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) akui sangat mendukung sektor pariwisata terutama hotel dan resto di Kota Pangkalpinang untuk dapat buka dan beraktivitas kembali.

Tak hanya itu, Molen juga memberikan keringanan dari sektor perpajakan kepada pihak hotel dan resto di Pangkalpinang.

"Masalah pajak dan perizinan kita bikin santailah, kita bikin lebih fleksibel  yang pasti jangan sampai menyakiti mereka (hotel dan resto-red) saja, silahkan buka dulu saja kembali beraktivitas, sampai untunglah sampai benar-brnar bisa kembali aktivitas normal baru nanti kita hitung-hitungan pajak. Sekarang kita ringankan dulu denda-denda yang kemarin kita hilangkan saja," bebernya.

Molen berharap, dengan saling berkaloborasi antar hotel dan resto di Kota Pangkalpinang dapat memberikan solusi untuk kedepannya.

"Kita berdoa bersama-sama di Pangkalpinang ini bisa kembali bergairah lagi seperti dulu, tapi tetap protokol covid-19 dijalankan dengan baik. Ingat kaloborasi kita semua ada solusi untuk kedepannya," sebutnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved