Breaking News:

Ramadhan 1442 H

Doa Niat Puasa Ramadhan, Tata Cara dan Hal-hal yang Membatalkan Puasa, Fidyah dan Kafarat

Nawaitu shauma gadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa. "Aku niat berpuasa wajib sehari penuh, besok, di ..."

TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi __ Doa Niat Puasa Ramadhan, Tata Cara dan Hal-hal yang Membatalkan Puasa, Fidyah dan Kafarat 

Niat yang sesuailah yang akan mendapatkan keutamaan. Bukan hanya ibadah puasa, ibadah lain juga dibarengi dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt.

Jadi, waktu yang utama untuk niat puasa adalah awal malam setelah terbenamnya matahari selama bulan Ramadhan.

Niat biasanya dikerjakan setelah shalat Tarawih. Ini akan menjadi ringan jika dilaksanakan bersamaan.

Akan menjadi repot jika orang yang ingin menjalankan puasa dan ia kelupaan untuk berniat.

Kelalaian berniat terkadang terjadi karena tertidur dan tidak sempat makan sahur.

Karena itulah, kita akan lebih merasa tenang jika niat dikerjakan di malam hari.

Setelah niat, yang sebaiknya hendak dikerjakan adalah makan sahur, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya." (HR. Bukhari Muslim).

Saat waktu imsak telah tiba, maka puasa Ramadhan siap untuk dimulai.

Artinya, kita tidak boleh untuk makan, minum, dan lain sebagainya yang menyebabkan puasa Ramadhan batal.

Disunnahkan juga bagi orang yang menjalankan puasa Ramadhan untuk menyegerakan berbuka jika waktunya telah tiba Rasulullah Saw bersabda:

"Allah Swt. telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya." (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah).

Adapun hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. masuknya benda, seperti nasi, air, asap rokok, dan sebagainya ke dalam rongga badan dengan sengaja ;

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved