Breaking News:

Kisah Steve Jobs, Anak Imigran Muslim yang Merintis Perusahaannya dari Garasi Rumah

Jobs lahir di San Fransisco, California, Amerika Serikat, pada 24 Februari 1955 dari pasangan Joanne Schieble dan Abdulfattah Jandali

(Cnet/ YouTube)
CEO Apple Tim Cook berdiri di depan foto raksasa almarhum Steve Jobs saat memberikan sambutan di acara peluncuran iPhone X di Steve Jobs Theater, Selasa (12/9/2017). 

BANGKAPOS.COM-Jika bicara tentang raksasa industri teknologi Apple, tentu kita langsung teringat nama Steve Jobs.

Di balik kejayaan Apple, ada sosok Steve Jobs yang merintis perusahaan tersebut dari garasi rumahnya bersama Steve Wozniak.

Jobs lahir di San Fransisco, California, Amerika Serikat, pada 24 Februari 1955 dari pasangan Joanne Schieble dan Abdulfattah Jandali, seorang imigran Muslim asal Suriah.

Karena hubungannya tidak direstui oleh sang ayah, Joanne terpaksa menyerahkan Jobs untuk diadopsi tak lama setelah dilahirkan.

Dia kemudian diadopsi oleh orang tua angkat, Paul dan Clara Jobs, yang mengganti nama lahirnya dari Abdul Lateef Jandali menjadi Steve Paul Jobs.

Bersama Paul dan Clara, ia tinggal di Silicon Valley, kawasan industri elektronik di AS.

Semasa kecil, Jobs dikenal sebagai anak yang usil tapi cerdas sehingga sempat ditawari mengikuti program akselerasi untuk lompat kelas ke sekolah menengah atas.

Tapi tawaran ini ditolak oleh orang tua Jobs.

Ketika usianya menginjak umur 12 tahun, Jobs mulai menunjukkan ketertarikan di ranah teknologi setelah melihat demonstrasi kerja sebuah perangkat komputer di Hewlett-Packard Explorer Club.

Jobs pun sering menghadiri sesi seminar di pabrik Hewlett-Packard (HP) saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pada suatu kesempatan, ia bahkan memberanikan diri untuk meminta komponen mesin kepada CEO HP, William Hewlett.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved