Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Staf Ahli Bupati Bangka Mengaku Pernah Terpapar Covid-19, Begini Gejalanya

Staf Ahli Bupati (SAB) Bangka Bidang Pembangunan SDM dan Kebudayaan, M Jumani mengaku sekitar satu bulan lalu terpapar wabah pandemi Covid-19

Bangkapos.com/Edwardi
DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka dan ACT MRI (Aksi Cepat Tanggap Masyarakat Relawan Indonesia) bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka melaksanakan Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN), pembagian masker dan tes Rapid Swab Antigen gratis untuk membantu masyarakat dalam penanganan wabah pandemi Covid-19 di Gazebo DPD KNPI Kabupaten Bangka, Selasa (23/03/2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Staf Ahli Bupati (SAB) Bangka Bidang Pembangunan SDM dan Kebudayaan, M Jumani mengaku sekitar satu bulan lalu terpapar wabah pandemi Covid-19, sehingga sesuai SOP harus menjalani perawatan dan karantina di mess yang sudah disiapkan Pemkab Bangka.

"Saya ingin mengingatkan masyarakat semuanya kalau wabah Covid-19 ini memang ada, saya sekitar satu bulan lalu juga terpapar wabah Covid-19 ini dan Alhamdulillah saat ini sudah sembuh dan beraktivitas kembali, jadi saya harapkan terus berhati-hati dan tetap menerapkan prokes 3M, lindungi diri dan keluarga kita masing-masing, saya juga nggak tahu bisa terjangkit dari siapa dan dimana," kata Jumani saat melaksanakan Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN), pembagian masker dan tes Rapid Swab Antigen gratis  untuk membantu masyarakat dalam penanganan wabah pandemi Covid-19 di Gazebo DPD KNPI Kabupaten Bangka, Selasa (23/03/2021).

Ia mengatakan, masyarakat yang akan mengikuti rapid swab antigen gratis ini jangan takut karena kegiatan ini untuk memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19 di Kabupaten Bangka.

"Saya sendiri sudah 3 kali ikut rapid swab antigen dan salah hasilnya saya juga positif sehingga harus dikarantina dan dirawat," ujar Jumani.

Diungkapkannya hingga saat ini jumlah masyarakat Kabupaten Bangka yang sudah terpapar wabah Covid-19 mencapai 2.000 lebih, angka ini terbilang cukup banyak untuk jumlah penduduk sekitar 320.000 lebih.

"Gejala awal terkena Covid-19 ini dimulai dari flu, sakit kepala, demam, batuk, sesak napas dan penciuman hilang. Jadi segera lapor dan memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas. Kita juga harus isolasi agar tidak menulari ke anggota keluarga dan orang lainnya," ingat  Jumani.

Ditambahkannya Presiden Jokowi pada tanggal 14 Maret 2020 sudah menyatakan bencana wabah pandemi Covid-19 ini sebagai bencana nasional maka hingga saat ini sudah sekitar satu tahun mengalami wabah ini.

"Kondisi ini dirasakan tidak nyaman dan aman bagi semua lini kehidupan masyarakat, karena itu kita harus saling menjaga kebersamaan dan saling bahu membahu seperti memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 ini," harap Jumani.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved