Breaking News:

Berita Sungailiat

Harga Sawit Melambung, Program PSR Desa Air Buluh 63,98 Hektar dari Dana Hibah Rp 1,9 Miliar

Bupati Bangka Mulkan melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan panen perdana kelapa sawit.

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Dok/Pemkab Bangka
Bupati Bangka Mulkan melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan panen perdana kelapa sawit Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) Tahap V di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Rabu (24/03/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA  -- Bupati Bangka Mulkan melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan panen perdana kelapa sawit Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) Tahap V di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Rabu (24/03/2021).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Elius Gani mengatakan kegiatan 
Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini bertujuan menjaga dan meningkatkan produksi  hasil kebun kelapa sawit rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka.

"Kita ketahui selama ini banyak kebun kelapa sawit rakyat ini hasil produktivitasnya rendah di bawah standar, kalau produktivitas standar hasilnya 20-24 ton kelapa sawit per hektare per tahun sedangkan hasil kebun kelapa sawit rakyat sekitar 15 ton per hektare per tahun bahkan di bawah itu," kata Elius Gani.

Diakuinya, penyebab kurang produktivitas hasil kebun kelapa sawit rakyat karena saat menanam bibit kelapa sawit yang digunakan asal-asalan dan kurang perawatan.

"Program PSR ini juga untuk menggantikan kelapa sawit yang sudah tua untuk ditanam kembali atau diremajakan," ujar Elius Gani.

Ditambahkannya, program PSR di Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat seluas 63,98 hektar kepada Kelompok Tani Usaha Bersama atas usulan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Dananya berasal dari dana hibah pengelolaan perkebunan kelapa sawit pusat yang ditranfer langsung ke rekening kelompok tani sebesar Rp 30 juta per hektare, jadi total sekitar 1,9 miliar lebih," jelas Elius.

Sedangkan untuk panen perdana Program KKSR Tahap V yakni penanaman tahun 2016 seluas 150 Hektare di Desa Kemuja, Desa Cengkong Abang dan Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat.

"Di Desa Air Buluh ini KKSR seluas 38 Hektare ditanam tahun 2016 jadi baru 4 tahun.lebih namun produktivitasnya sudah mencapai 16 ton per hektar per tahun, seiring waktu semakin lama produktivitas diharapkan makin meningkat , mudah-mudahan mencapai di atas 24 ton.per hektare per tahun," harap Elius Gani.

Bupati Bangka Mulkan melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan panen perdana kelapa sawit Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) Tahap V di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Rabu (24/03/2021).
Bupati Bangka Mulkan melaksanakan penanaman perdana kelapa sawit kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan panen perdana kelapa sawit Program Kebun Kelapa Sawit Rakyat (KKSR) Tahap V di Dusun Air Pelempang Desa Air Buluh Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Rabu (24/03/2021). (Ist/Pemkab Bangka)

Bupati Bangka Mulkan mengatakan dengan rendahnya produktivitas hasil kebun kelapa sawit rakyat saat ini diharapkan dengan adanya Program PSR ini dapat lebih meningkatkan lagi produktivitas hasil panennya.

"Inilah salah satu cara kita memberikan kesejahteraan kepada masyarakat khususnya para petani sawit di Kabupaten Bangka, jangan sampai jumkah batang kelapa sawitnya banyak tetapi hasilnya rendah, jadi faktor bibit dan perawatan ini harus diperhatikan secara baik dan benar," saran Mulkan.

Diakuinya saat ini sektor kebun kelapa sawit menjadi sektor andalan masyarakat, meskipun kondisi saat ini wabah pandemi Covid-19 masih berlangsung namun ekonomi masyarakat yang ada di desa-desa yang berkebun sawit tidak terganggu seperti perkotaan.

"Apalagi saat ini harga kelapa sawit melambung di atas Rp 2.000 per kg di harga pabrik, ditambah lagi harga karet juga meningkat dari Rp 5.000 per kg naik menjadi Rp 8.000- 10.000 per kg , juga ubi kasesa walaupun murah tapi masih diusahakan masyarakat juga," ungkap Mulkan.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved