Breaking News:

Advertorial

Mendagri Apresiasi Kinerja Bank Sumsel Babel

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) RI mengapre­siasi kinerja Bank Sumsel Babel di tahun 2020. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achma

ist
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) RI mengapreasiasi kinerja Bank Sumsel Babel di tahun 2020. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, Selasa (23/3). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI mengapre­siasi kinerja Bank Sumsel Babel di tahun 2020. Hal ini disampaikan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, Selasa (23/3).

“Beberapa kali beliau bilang kinerja bank kita cukup baik dan luar biasa bila dibandingkan dengan BPD lain dan perbankan lain. Apalagi tadi juga, di RUPS, BPS mengapresiasi kinerja kita , itu sangat berarti bagi manajemen kami,” kata Achmad Syamsudin.

Diakuinya, hal ini juga tidak lepas dari kontribusi dari seluruh pengurus direksi, komisaris dan insan-insan Bank Sumsel Babel.

“Saya pikir ini suatu hal yang luar biasa di tengah pandemi kita masih menghasilkan kinerja-kinerja yang baik, dengan pencapaian aset yang bagus kemudian juga NPL bagus. Memang ada challenge Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO), tapi menurut saya itu hal yang wajar karena kita tahun 2021 menerapkan PKPN. Insya Allah yang tadi di sampaikan bisa kita selesaikan,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan rencana pembentukan kelompok usaha bank tentang terkait tindak lanjut OJK nomor 12 tahun 2020 tentang konsolidasi bank, telah disetujui.

“Alhamdulillah, secara prinsip BPPS menye­tujui untuk kita investasi di Bank Lampung Rp150 miliar, dan itu merupakan suatu kehormatan bagi kita untuk mencapai mimpi-mimpi kita akan datang, ini strategi kita yang kita lakukan, karena Bank Lampung ini cukup bagus, menurut pilihan kita mempunyai potensi pengembangan bisnis. Lampung itu kan antara Sumatera Selatan-Lampung pasti ada kaitan bisnis dan juga ada kaitan historis, saya pikir tadi sudah cukup baik dan sudah secara prinsip disetujui,” ujarnya.

Namun menurutnya, akan ada proses lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Karena ingat OJK untuk KOB ini juga belum ada ketentuan secara detail, tapi KOB ini Insya ­Allah akan memberikan angin segar ke industri perbankan bahwa inilah yang kita lakukan ini suatu contoh bukan hanya wacana-wacana tapi kita sudah melakukannya,” tegasnya.

Selain itu, Achmad Syamsudin menambahkan pembagian deviden kinerja Bank Sumsel Babel mencapai 109 persen.

“Untuk pembagian deviden ini kita bagi 50 persen untuk deviden, kemudian 49 persen untuk cadangan umum, dan 1 persen untuk mitra-mitra kita, juga disetujui. Alhamdulillah kita akan bagi dividen ini, Insya Allah ke depan bisa lebih baik kita akan berikan 50 persen, tapi kan ada bonusnya 9 persen, itu kan jadi bisa naik dengan adanya cadangan umum pun kita berharap bisnis ke depan sesuai dengan harapan kita,” jelasnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru merasa bangga dan mengapresiasi kinerja Bank Sumsel Babel di tahun 2020.

“Kami para pemegang saham ini lebih bangga lagi bahwa kita telah sama-sama menyetujui RUPS Bank Lampung dan RUPS Bank Sumsel Babel menyetujui kelompok usaha bersama, artinya Bank Sumsel Babel ikut menjadi penyerta modal di Bank Lampung, ini tentu kepak sayap Bank Sumsel Babel ini sudah tidak hanya di dua provinsi saja, tapi sudah melebar ke Provinsi Lampung, mudah-mudahan berjalan lancar dan ini sebuah prestasi,” jelas Herman Deru.

Diakuinya, dari hasil RUPSLB, akan ada tambahan satu jabatan komisaris non independen untuk lebih memaksimalkan kerja Bank Sumsel Babel ini.

“Tapi itu kita persembahkan untuk Babel ke kabupaten dan kotanya, silakan berembuk, usulkan nanti, saya sebagai pemegang saham pengendali akan mengusulkannya ke OJK,” tegasnya. (adv/bow)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved