Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sudah 28.436 Warga Kota Pangkalpinang Divaksin, Kadinkes Harap Tak Ada Lagi yang Takut Disuntik

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, hingga Rabu (24/3/2021), sudah 28.436 total warga Kota Pangkalpinang menjalani vaksinasi.

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, hingga Rabu (24/3/2021), sudah 28.436 total warga Kota Pangkalpinang menjalani vaksinasi.

Vaksinasi tahap pertama yang menyasar tenaga kesehatan pada dosis pertama sebanyak 2.492 orang atau 94,9 persen.

Pada dosis kedua sebanyak 2.297 orang atau 87,5 persen.

Sementara vaksinasi tahap kedua dosis pertama bagi petugas publik sebanyak 6.540 orang atau 49,73 persen. Pada dosis kedua sebanyak 2.957 atau 22,5 persen.

Dosis pertama bagi lanjut usia (lansia) sebanyak 5.128 orang atau 40,51 persen, dan pada dosisi kedua 7 orang atau 0,06 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr. Masagus M Hakim, menyebutkan hingga kini pihaknya terus memberikan pelayanan vaksinasi baik melalui puskesmas ataupun yang diselenggarakan secara masal nantinya.

Sementara sebelumnya, Kota Pangkalpinang mendapatkan jatah vaksinasi untuk lansia sebanyak 7.083 orang dan petugas publik sebanyak 563 orang, lalu ada penambahan jumlah vaksin sebanyak 12.600 vaksin.

"Kita dari Dinas Kesehatan terus gencar melakukan vaksinasi ini, baik itu di puskesmas ataupun yang kita selenggarakan secara masal. Nah ini merupakan upaya-upaya kita agar proses vaksinasi ini dapat terlaksana dan masyarakat dapat menerimanya dengan baik," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (24/3/2021).

Ia menghimbau agar masyarakat memanfaatkan pelayanan vaksinasi yang telah disiapkan pemerintah kota Pangkalpinang.

"Di puskesmas tetap buka, kita sudah genacar juga lakukan vaksinasi masal dibeberapa tempat, nanti kita lihat animo masyarakat, kalau memang ada sisa kuota, akan kami buka di masjid kecamatan untuk vaksinasi masal lagi nantinya," jelas Hakim.

Tak hanya itu, Hakim juga menyebutkan berdasarkan data dan informasi meski vaksin di dalam tubuh tidak membentuk kekebalan tubuh seartus persen, namun vaksin dapat meningkatkan kekebalan tubuh hingga 70 persen.

Oleh karenanya, masih ada kemungkinan untuk sesorang dapat terpapar covid-19 meskipun sufah divaksin. Hakim meminta untuk masyarakat tetap menerpakan protokol kesehatan dengan baik.

"Vaksinasi covid-19 harus dibarengi dengan kepatuhan tinggi dalam menjalankan 3M. Untuk mendapatkan proteksi optimal, vaksinasi harus bersama dengan Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan (3M). Sebab masih ada kemungkinan terpapar meskipun sudah divaksin tapi mungkin gejalanya tidak berat," jelas Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved