Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

DPRD Dukung KBM Tatap Muka di Pangkalpinang, Abang Hertza: Saya Pikir Sudah Saatnya  

DPRD Pangkalpinang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, di Kota Pangkalpinang. Namun catatannya, penerapan tatap muka tersebut harus

(Bangkapos.com).
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, Sabtu (05/12/2020) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- DPRD Pangkalpinang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, di Kota Pangkalpinang. Namun catatannya, penerapan tatap muka tersebut harus menaati Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

"Pada dasarnya saya mendukung. Tetapi hari menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Sehingga jangan sampai nanti, ada klaster baru di tingkat sekolah," kata Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (25/3/2021).

Katanya, masalah seperti itu harus lebih diperhatikan. Bagaimana manajemen sekolah tersebut melaksanakannya, sehingga ada pola pola yang ditetapkan oleh pihak sekolah untuk hal tersebut.

Misal, mengggunakan pola tertentu, sehingga tidak timbul kerumunan terutama, terhadap pelajar di sekolah.

Di sisi lain, katanya, landasan yang paling mendasar, terkait KBM adalah adanya persetujuan wali murid, sehingga ke depan tidak tuntutan apabila ada hal yang tidak inginkan terjadi.

"Di sisi lain, saya meresponnya dengan positif, alasanya karena tidak mungkin anak-anak kita terus biarkan anak-anak belajar mengajar melalui online," ucapnya

"Karena tidak mungkin bisa memberikan materi pelajaran itu hanya melalui internet, tanpa adanya tatap muka dan interaksi, antara guru dan siswanya," tambahnya.

Menurutnya, lambat laun kegiatan belajar mengajar tatap muka ini akan dilaksanakan, tidak mungkin KBM itu seterunya akan dilakukan daring.

"Saya pikir sudah tepat waktunya untuk mulai sekolah tatap muka, tetapi dengan syarat Protokol Kesehatan Covid-19 harus dikedepankan," ucapnya

Apakah sistem tatap muka dengan bergiliran, lanjut Hertza, seperti masuk sekolah diatur berapa minggu sekali, atau siswanya dibatasi dalam satu ruangan, atau bagaimana, itu secara teknis akan diserahkan kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved