Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penertiban Lokalisasi Kucing-kucingan, Molen Sebut Tunggu Tanggal Mainnya

Maulan Aklil (Molen) mengakui penertiban kedua lokalisasi di Parit Enam dan Teluk Bayur kerap kali bocor hingga kucing-kuciangan.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengakui penertiban kedua lokalisasi di Parit Enam dan Teluk Bayur kerap kali bocor hingga kucing-kuciangan.

Kata Molen, sudah berapa kali diupayakan penertiban selalu bocor, Pekerja Seks Komersial (PSK) di kedua lokasi tersebut selalu menghilang.

"Tapi sudah kita tegas akan tetap menutup lokalisasi itu tidak ada alasan, meskipun sekarang sering bocor, kucing-kucingan dengan mereka (psk-red) tapi lihat saja kita tinggal tunggu saja tanggal mainnya," kata Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (25/3/2021).

Bahkan Molen menyebutkan, anggaran sudah disiapkan oleh pihaknya untuk melakukan pemulangan para PSK di kedua lokalisasi tersebut.

Baca juga: Dokter Muda Dicerai Istri Karena Selingkuh, Lampiaskan Sebar Video Syur dengan Selingkuhan

"Sekarang anggaranya sudah siap, tapi kondisinya berapa kali ditertibkan bocor jadi apa yang ingin ditertibkan merekanya menghilang dari situ. Mereka juga pasti capek kok kucing-kucingan seperti ini, karena kita akan terus berupaya tetap menutup itu," jelasnya.

Dengan demikian kata Molen ia tak bisa menargetkan kapan lokalisasi tersebut benar-benar tutup.

"Kalau kita omongkan targetnya nanti akan bocor, jadi tidak bisa kita targetkan kapan benar-benar bersihnya, tapi harapan kita memang secepatnya kita lihat saja siapa yang paling tahan kucing-kucingan seperti ini," ungkapnya.

Molen menuturkan, sebetulnya lokalisasi tersebut bisa dikatakan sudah tutup sebab para PSK tak lagi menetap di lokasi.

"Sebetulnya mereka inikan sudah tutup lah ya, mereka kan pakai sitem buka tutup capek juga pasti, bahkan yang saya dengar lokasi-lokasi itu banyak yang sudah dijual ke orang lain karena sudah tidak nyaman lagi," bebernya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved