Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wali Kota Pangkalpinang Ingatkan Warga, Jangan Kasih Uang ke Gepeng, Bisa Terancam Denda Rp 1 Juta !

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu lagi kepada  gelandangan dan pengemis.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen), mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu lagi kepada  gelandangan dan pengemis (gepeng), baik itu berupa barang ataupun uang.

Warning ini disampaikan wali kota kepada warga terkait keberadaan gepeng di Kota Pangkalpinang yang kian menjamur di kota dengan tagline Kota Beribu Senyuman ini.

Menurut Molen, Kota Pangkalpinang sudah mempunyai Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang gelandangan, pengemis dan anak jalanan, tentang siapa yang memberi sesuatu kepada Gl gelandangan, pengemis dan anak jalanan, baik berupa uang, barang dan lain-lain, akan dikenakan denda Rp 1.000.000 dan atau kurungan selama 10 hari.

Bagi yang menyuruh orang lain untuk mengemis ditempat umum akan dikenakan kurungan selama 6 bulan dan atau denda Rp 50.000.000.

"Nah agiklah nek merik-merik anjal (anak jalanan-red) ok itu melanggar perda (Nah masih mau saja memberi-beri anak jalan, itu menggar perda-red)," tegas Molen dalam video berdurasi 1,2 menit  yangmenegaskan melanggar perda yang dibuat pemerintah Kota Pangkalpinang.

Molen meminta, tak ada lagi masyarakat yang memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada anak jalanan atau gepeng.

"Mari kita berkomitmen untuk tidak memberi mereka lagi, kalau tidak ada siapa-siapa lagi yang memberikan mereka, inshaallah mereka akan kapok pasti jera berdiri di tempat umum, inget ok seperadik melanggar Pperda kita Nomor 7 tahun 2015," ingat Molen.

Adapun, Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis dan Anak Jalanan di Kota Pangkalpinang.

Pasal 36

(1) Dilarang melakukan per gelandangan dan atau pengemisan di jalan-jalan umum dan atau ditempat umum baik perorangan atau kelompok dengan alasan, cara, dan alat apapun untuk mempengaruhi/menimulkan belas kasihan orang lain

(2) Dilarang memperalat orang lain, anak-anak, bayi, atau mendatangkan seseorang/beberapa orang baik dari dalam Daerah maupun luar Daerah untuk maksud melakukan per gelandangan dan pengemisan

(3) Dilarang mengajak, membujuk, membantu, menyuruh, memaksa dan mengkoordinir orang lain secara perorangan atau berkelompok sehingga menyebabkan terjadinya per gelandangan dan atau pengemisan

Pasal 37

(1) Setiap orang/Lembaga/badan hukum dilarang memberi uang dan atau barang dalam bentuk apapun kepada gelandangan, pengemis di tempat umum
(2) Pemberian dan atau barang sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat disalurkan melalui Lembaga/badan sosial sesuai peraturan perundang-undangan

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved