Senin, 27 April 2026

Berita Pangkalpinang

Lulus SNMPTN di IPB, Hanna Pilih Prodi Sesuai Hati dan Pakai Strategi

Belajar di tengah pandemi Covid-19 ini memang dirasa berbeda oleh Hanna Fatimah Noor.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Ist/Hanna Fatimah
Siswa SMA yang lulus SNMPTN di IPB, Hanna Fatimah Noor 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Belajar di tengah pandemi Covid-19 ini memang dirasa berbeda oleh Hanna Fatimah Noor.

Pasalnya belajar sebelum pandemi dilakukan secara tatap muka dan bisa bertanya berbagai hal kepada guru di sekolah.

Namun kini sehari-hari, harus dijalankan secara daring menggunakan gadget atau laptop serta berbekal internet untuk mendapatkan materi.

Walaupun begitu, semangat Hanna untuk menuntut ilmu tetap tidak pudar, dengan keadaan yang tidak pasti ini.

Siswi kelas 3 SMAN 1 Pangkalpinang ini tetap bisa lulus seleksi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Dengan sesuai hati, Hanna memilih prodi yang menurutnya memiliki peluang besar untuk lulus yakni jurusan Kimia Murni di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tak asal pilih, anak bungsu dari ketiga bersaudara ini mengaku punya strategi sendiri untuk lulus SNMPTN yang diumumkan pada tanggal Senin (22/3/2021) kemarin.

"Sebenarnya kalau SNMPTN ini harusnya sudah dipersiapkan sejak kelas 10 SMA, jadi ketika itu, saya belum ada rencana agar lulus SNMPTN, karena belum paham seleksi begitu, intinya saya belajar dan mendapatkan nilai bagus saja," ungkap Hanna, Kamis (25/3/2021) kepada Bangkapos.com.

Ketika duduk di kelas 11 SMA, barulah Hanna memahami untuk lulus seleksi SNMPTN harus memiliki nilai yang baik sesuai dengan peminatan jurusan yang akan diambil.

"Sebenarnya persiapan saya tidak ada yang spesifik, tapi paling kelihatan tentu di kelas 12 SMA, usahanya lebih ke strategi, saya lihat dari nilai saya, minat dan bakatnya apa, mumpuni di bidang apa, awalnya bukan kimia, masih labil. Kemudian saya menyusun strategi, selain itu tentu paling utama adalah doa," kata Hanna.

Saat pendaftaran SNMPTN, dikisahkannya peserta bisa mengisi dua pilihan, satu universitas luar daerah dan satu universitas daerah, Hanna memutuskan hanya mengisi satu pilihan saja yakni IPB.

"Saya sempat mau milih universitas lain, tapi balik ke strategi yang berpeluang besar untuk saya dari segi nilai sepertinya di IPB. Alhamdulillah dapat, bersyukur sekali," sebut Hanna.

Orangtua diakuinya sangat mendukung dan merestui jurusan yang telah dipilihnya, doa orangtua menurutnya sendiri tentu sangat berperan dalam kesuksesan dirinya nanti.

"Untuk ke depan saya belum tahu jadi apa, yang jelas memang suka kimia, bisa jadi pendidik atau kalau ke arah kesehatan bisa ke arah farmasi. Saya berharap, pendidikan nanti lancar dan ilmu yang saya dapatkan itu menjadi berkah untuk saya dan orang lain juga," harap Hanna.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved