Breaking News:

Berita Bangka

Petani Lada Berharap Harga Lada Naik di Atas 100.000, Sudah Dua Minggu Harga Naik 100 Persen

Para petani lada di Kabupaten Bangka sejak dua Minggu terakhir ini mulai menikmati kenaikan harga lada putih kering yang mencapai 100 persen.

Penulis: edwardi
Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Edwardi)
Petani lada Sumarlan sedang mengetik lada di kebunnya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Para petani lada di Kabupaten Bangka sejak dua Minggu terakhir ini mulai menikmati kenaikan harga lada putih kering yang cukup besar mencapai 100 persen lebih.

Sebelumnya harga lada hanya Rp 42.000 per kg dan saat ini naik menjadi Rp 83.000 per kg di tingkat petani.

"Alhamdulillah sudah empat hari ini harga lada kering dibeli pedagang pengepul Rp 83.000 per kg. Sebelumnya harga lada masih Rp 42.000 per kg, lalu naik Rp 52.000 per kg, naik lagi Rp 60.000 lebih per kg, lalu naik lagi Rp 70.000 an ribu per kg dan sudah empat hari ini harga lada Rp 83.000 per kg," kata Sumarlan, petani lada Warga Sinar Baru Kecamatan Sungailiat, Jumat (26/03/2021) di kebunnya.

Sumarlan mengaku sangat gembira dan bersyukur harga lada semakin membaik dan berharap harga ini terus naik mencapai di atas Rp 100.000.

"Harga saat ini Rp 83.000 per kg sudah cukup lumayan, sudah ada cukup untung sedikit namun bila harga lada ini di atas Rp 100.000 baru petani lada merasa lega dan bisa mendapatkan untung lumayan besar," kata Lan, sapaan akrabnya.

Dia mengungkapkan, saat ini masih memiliki sekitar 400 lebih batang pohon sahang, sebelumnya memiliki sekitar 600 lebih sahang.

"Saat harga lada murah perawatan batang dagang juga berkurang, karena biaya pupuk dan pembelian pestisida dan fungisida cukup mahal sehingga memberatkan petani akibatnya banyak pohon sahang yang mati, ditambah lagi saat musim kemarau biaya perawatan semakin berat dan mahal," imbuh Lan.

Ditambahkannya, selain itu upah buruh memetik sahang saat ini Rp 80.000 per hari per orang, dimana satu orang dapat memetik sekitar 10 kg lada.

"Saat harga lada murah upah petik lada juga Rp 80.000 per orang per hari, tapi saat harga lada mahal saat ini kita bisa memberikan upah yang sama," ujar Lan.

Diungkapkannya, kebun sahang ini mulai ditanam pada tahun 2011 lalu dan baru mulai panen tahun 2014. Saat itu baru mulai menanam sebanyak 200 remoun sahang.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved