Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Covid-19 di Bangka Belitung Tembus 9.050 Kasus, Jubir Satgas Sebut Masih Bisa Terkendali

Tambahan tersebut membuat total kasus positif di Provinsi Bangka Belitung tembus 9.050 kasus.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Alat pendeteksi virus corona bernama GeNose C-19, yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dilakukan uji coba terhadap pekerja di rumdin gubernur, pada Sabtu (6/3/2021) siang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus positif Covid-19 bertambah 75 orang, pada hari ini, Sabtu (27/3/2021). Tambahan tersebut membuat total kasus positif di Provinsi Bangka Belitung tembus 9.050 kasus.

Dari jumlah tersebut berdasarkan data Satgas Covid-19 Babel, kasus sembuh bertambah 53 orang, total 8.167 kasus dan meninggal dunia bertambah 3 orang, total menjadi 145 kasus.

Sebaran kasus tersebut, Pangkalpinang 39 orang, Kabupaten Bangka 9 orang, Kabupaten Bangka Tengah 7 orang, Kabupaten Bangka Barat 5 orang, Kabupaten Bangka Selatan 1 orang, Kabupaten Belitung 14 orang dan Kabupaten Belitung Timur 0.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Andi Budi Prayitno, mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga mencapai 9.000 lebih bisa dibilang masih terkendali. 

"Lonjakan kasus memang terjadi, tetapi masih bisa terkendali, kasusnya selain di Kota Pangkalpinang, ini juga terjadi di sejumlah daerah kabupaten yang sebelumnya relatif rendah. Kasus itu bahkan termasuk dalam zona hijau dan kuning seperti Bangka Selatan dan Belitung Timur," jelas Andi kepada Bangkapos.com, Sabtu (27/3/2021).

Ia menjelaskan, dikatakan terkendali karena kasus orang yang positif Covid-19 dan orang sembuh relatif berimbang bahkan tingkat kesembuhan lebih tinggi daripada terpapar Covid-19.

"Terkait peningkatan kasus di beberapa Kabupaten tersebut, sesuai SOP penanganan dan pengendalian Covid-19, maka dilakukan contact tracing dan testing untuk memastikan tingkat keterpaparan atau penyebaran yang terjadi," kata Andi.

Menurutnya, dengan adanya tindak lanjut dengan isolasi terhadap orang yang terinfeksi Covid-19 di wisma isolasi atau isolasi mandiri, harus terus dipantau dan diawasi oleh puskesmas setempat.

"Karena melakukan karantina wilayah sebagai upaya pengendalian dengan melakukan PPKM mikro, seperti yang saat ini dilakukan di Desa Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan," lanjutnya.

Sementara, sambung Andi untuk Kabupaten Belitung Timur, sampai saat ini belum memiliki wisma Isolasi atau wisma karantina khusus orang yang terpapar Covid-19 dan masih diarahkan melakukan isolasi mandiri. 

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved