Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Covid-19 di Bangka Belitung Tembus 9.050 Kasus, Jubir Satgas Sebut Masih Bisa Terkendali

Tambahan tersebut membuat total kasus positif di Provinsi Bangka Belitung tembus 9.050 kasus.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Alat pendeteksi virus corona bernama GeNose C-19, yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dilakukan uji coba terhadap pekerja di rumdin gubernur, pada Sabtu (6/3/2021) siang 

"Hal ini tentu menjadi persoalan tersendiri dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, kami dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong kepada Satgas atau Pemerintah Kabupaten Belitung Timur agat merespon lonjakan kasus Covid-19 ini," harapnya.

ABP sapaan akrab Andi, meminta akan pemerintah daerah Beltim untuk segera menyiapkan wisma isolasi atau karantina untuk orang yang terpapar Covid-19.

"Ini untuk digunakan baik yang dalam kategori suspek dengan gejala maupun dalam kategori terkonfirmasi Covid-19. Selain di Bangka Selatan dan Belitung Timur, peningkatan kasus juga terjadi di Bangka Barat," katanya.

Dari data monitoring kepatuhan penerapan Protokol Kesehatan, kata Andi, peningkatan jumlah orang yang terpapar Covid-19 memiliki hubungan erat dan berkaitan dengan kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Itu poin utamanya, salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan kasus orang terpapar Covid-19 adalah ketidakpatuhan atau ketidakdisiplinan masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan,"jelasnya.

Sementara, diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, pada Sabtu (26/3/2021), telah melakukan pengecekan ke Desa Sadai yang telah menerapkan PPKM Mikro, karena adanya lonjakan kasus positif di desa tersebut.

Pengecekan dilakukan langsung oleh gubernur bersama Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat.

Menurut Erzaldi, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Desa Sadai sangat diperlukan guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dia juga mengatakan, akan mendatangkan alat deteksi dini GeNose yang dimiliki Pemprov Babel ke Desa Sadai Minggu besok.

"Dengan adanya GeNose C19, dapat melacak virus secara cepat di masyarakat. Sehingga Satgas Covid-19 Basel dapat segera mengambil kebijakan. Kepada perangkat desa untuk segera mendata para lansia dan penderita komorbid dikarenakan kategori tersebut berisiko mengalami kondisi parah ketika terinfeksi virus corona. Kalau sudah ada datanya, lekas kirimkan ke kami. Saya akan kirim vaksin sesegera mungkin," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved