Breaking News:

Penanggulangan Sampah 3R Cocok Diterapkan di Daerah Mana Saja

Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, mendaur ulang dari material sampah

Penanggulangan Sampah 3R Cocok Diterapkan di Daerah Mana Saja - ipb2803.jpg
ist
Silivia Nur Chairina/Mahasiswi IPB
Penanggulangan Sampah 3R Cocok Diterapkan di Daerah Mana Saja - tempat-sampah-2803.jpg
ist
Tempat Sampah

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, mendaur ulang dari material sampah.

Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, atau estetika. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam (resources recovery). 

Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keterampilan khusus untuk masing-masing jenis zat.

Praktik pengelolaan sampah berbeda beda antara negara maju dan negara berkembang, berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan dan antara daerah perumahan dengan daerah industri.

Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.

Hiruk pikuknya kegiatan mulai dari bekerja, berjualan sudah pasti menghasilkan sampah. Apalagi, penggunaan plastik yang sangat sering bahkan tak pernah punah dikehidupan manusia saat ini. Menimbulkan tumpukan sampah yang entah harus dikelola bagaimana.

Sedikit orang kreatif yang mampu mengelola sampah menjadi kerajinan. Tentu banyak juga yang kehilangan selera membeli kerajinan dari sampah sehingga mengelola sampah kembali pun dinilai salah.

Tak hanya pengelolaan sampah yang kurang efektif namun pembuangannya pun jauh lebih beresiko. pengakuan menurut salah satu narasumber bernama Farhan, sebagai penduduk ia masih sering membuang sampah sembarangan meski ia tahu, itu salah. “yah, saya akui saya masih sering membuang sampah sembarangan.”

Sedikit dari masyarakat yang sadar akan lingkungan dengan menggunakan totebag dan stainless straw pun belum cukup membantu karena mereka adalah kaum minoritas yang kalah dengan kaum mayoritas pengguna plastik dan para  pembuang sampah sembarangan. Masyarakat harus bisa pandai menggunakan sampah yang bisa didaur ulang dan di olah menjadi hal yang lebih bermanfaat. Kemalasan masyarakat yang lebih memilih kantong plastik daripada totebag pun sebenarnya bisa digunakan lagi dengan diolah dan didaur menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Pengelolaaan sampah yang baik bisa berupa memisahkan sampah berdasarkan jenisnya. Memisahkan sampah menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan  anorganik. Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse and Recycle atau biasa dikenal  dengan 3R. Biasakan untuk mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. (Adv/*/Silvia Nur Chairina/Mahasiswi IPB)

Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved