Breaking News:

Horizzon

Pulanglah untuk Cengbeng Tahun Ini!

Tradisi Cengbeng ini bahkan disebut jauh lebih meriah dibanding dengan perayaan Imlek atau agenda-agenda China lainnya

Pulanglah untuk Cengbeng Tahun Ini!
BangkaPos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

DUA tahun belalu, tradisi Cengbeng yang sudah menjadi bagian dari budaya dan identitas Provinsi Bangka-Belitung seperti terkoyak. Cengbeng tahun ini adalah Cengbeng ketiga yang tak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, sejak pertengahan Maret, nuansa Cengbeng sudah mulai terasa gairahnya. Setiap kali tradisi Cengbeng, Bandara Depati Amir juga mulai dibanjiri pemudik yang sengaja pulang kampung ke Bangka Belitung untuk satu alasan, yaitu Cengbeng.

Jauh sebelum itu, puluhan pekerja bahkan sibuk membersihkan dan memoles makam. Mereka dipesan oleh ahli waris yang ingin saat mereka melakukan ziarah kubur, makam milik leluhurnya tampak bersih dan terawat.

Pusat oleh-oleh juga mulai bersiap, lantaran sekembalinya warga etnis Tionghoa yang pulang kampung, mereka akan belanja oleh-oleh khas Bangka untuk dibawa kembali ke tempat mereka merantau.

Intinya untuk sebuah alasan Cengbeng, warga etnis Tionghoa sengaja menyempatkan diri untuk pulang. Tradisi Cengbeng ini bahkan disebut jauh lebih meriah dibanding dengan perayaan Imlek atau agenda-agenda China lainnya.

Cengbeng yang selalu jatuh pada setiap 5 April adalah sebuah tradisi bagaimana warga Tionghoa menjunjung dan memuliakan leluhur. Untuk itulah di tradisi Cengbeng ini, mereka membersihkan makam leluhur.

Mereka juga bersembahyang berikut memberikan sejumlah sesaji yang pada prisnipnya adalah doa agar leluhur mereka mendapat kebahagiaan.

Bagi warga Tionghoa, Cengbeng jauh lebih meriah dibanding tradisi lainnya yang diyakini seperti Imlek. Sebab ziarah kubur alias Cengbeng ini juga dimaknai sebagai tradisi untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga.

Bagi warga Tionghoa, ziarah kubur ini adalah ritual lintas agama. Mereka berdoa untuk memuliakan leluhur bersama kerabat meski di antara mereka sudah beda soal keyakinan dan agamanya. Inilah satu alasan kenapa setiap kali Cengbeng, mereka selalu punya alasan untuk 'memaksakan' diri pulang kampung.

Diakui atau tidak, Cengbeng yang sudah menjadi bagian dari budaya Bangka Belitung ini juga memberikan dampak ekonomi bagi Bangka Belitung. Bagaimana tidak, setiap kali Cengbeng, ribuan orang etnis Tionghoa yang merantau, baik di dalam negeri maupun luar negeri pulang kampung.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved